RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan bencana alam pada Kamis (14/8/2025).
Apel berlangsung di halaman pendapa Pemkab Klaten yang langsung dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Apel kesiapsiagaan itu diikuti oleh ratusan personel dari berbagai unsur.
Mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulngan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Begitu juga jajaran dari personel TNI, Polri dan Search and Rescue (SAR), Dinas Perhubungan (Dishub) dan ORARI.
“Apel ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita bersama dalam rangka menghadapi potensi ancaman besar. Bencana yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam amanatnya pada apel tersebut, Kamis (14/8/2025).
Lebih lanjut, Hamenang menjelaskan, Klaten merupakan daerah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana.
Mulai dari tanah longsor, erupsi Gunung Merapi, anging puting beliung, banjir dan kekeringan.
Begitu juga gempa bumi dan bencana non alam lainnya.
“Kita masih ingat bahwa Klaten pernah mengalami beberapa bencana alam. Seperti bencana gempa bumi yang pernah terjadi pada 2006 dan letusan Gunung Merapi pada 2010. Begitu juga bencana angin puting beliung pada 2023 dan 2024,” ujar Hamenang.
Atas kejadian berbagai bencana itu, Hamenang menekankan bagaimana pemerintah dan masyarakat beserta komponen yang ada harus pandai menyusun kesiapsiagaan dini.
Meskipun ada atau pun tidak ada bencana di Klaten.
Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Tidak hanya pemerintah daerah saja tetapi juga seluruh elemen masyarakat di Klaten.
Pihaknya menekankan, bahwa seluruhnya harus memiliki pemahaman, kemampuan serta respon cepat dan tepat dalam menghadapi bencana.
“Belajar dari pengalaman yang pernah terjadi, kejadian bencana alam selam ini, banyak jatuh korban karena disebabkan oleh kepanikan dan kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Maka itu saya mengajak semuanya untuk senantiasa menjaga semangat kebersamaan, kepedulian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam,” ujar Hamenang.
Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto dalam amanatnya juga menekankan agar semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Terutama dalam memasuki musim hujan atau bencana lainnya yang akan datang.
“Kami sangat mengharapkan adanya koordinasi antar lintas sektoral. Begitu juga sarana dan prasarana penanggulangan bencana memang harus kita selalu periksa secara rutin. Harus kita siap siagakan,” ujar Slamet.
Slamet juga menekankan kepada relawan dan personel tanggap darurat untuk senantiasa siaga dan selalu berlatih secara berkala dalam penanggulangan bencana.
Termasuk melaksanakan edukasi kepada masyarakat terhadap bagaimana cara atau sikap langkah yang harus diambil dalam rangka menanggulangi bencana yang ada.
“Kami juga telah menyiagakan Satuan Setingkat Pleton (SST) dan juga di Koramil menyiapkan Satuan Setingkat Regu (SSR). Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisia dan lainnya juga untuk menyiapkan pasukan sesuai dengan komposisinya,” ujar Slamet.(ren)
Editor : Nur Pramudito