RADARSOLO.COM - Puluhan warga Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten menggelar upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Troketon, Minggu (17/8/2025).
Diikuti juga Aliansi Masyarakat Klaten Peduli TPA Troketon (Ampera).
Dalam upacara tersebut tampak tiga orang petugas pengibar bendera dengan penuh kehati-hatian berhasil mengibarkan bendera merah putih di TPA Troketon. Disaksikan warga yang turut khidmat mengikutinya.
Sekretaris Ampera Suhardi Wiyanto bertindak sebagai inspektur upacara. Suasana hening dan warga tampak khidmat dalam memaknai arti Kemerdekaan RI.
Sekalipun digelar di antara embung yang berisikan limbah lindi dan gunungan tumpukan sampah.
Usai prosesi menaikan bendera merah putih tersebut, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Begitu juga pembacaan teks proklamasi dan pembacaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.
Salah satu peserta upacara, Agus Widodo, 40, mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena prihatin dengan kondisi TPA Troketon saat ini.
Mengingat sampah terus ditumpuk tanpa dikelola secara terpadu sehingga memberikan dampak bagi permukiman warga sekitar.
“Dampak yang ditimbulkan, khususnya di dusun kami yang seperti bau yang menyengat. Terutama ketika tertiup angin. Kemudian banyaknya lalat hingga pencemaran air,” ujar Agus saat ditemui di lokasi, Minggu (17/8/2025).
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, jika jarak rumahnya dengan TPA Troketon hanya sekira 300 meter.
Hal itu yang menjadikan dirinya terdampak langsung dengan penumpukan sampah di TPA Troketon tanpa terkelola.
“Saya khawatir jika dampak yang ditimbulkan seperti bau dan banyaknya lalat tidak segera diatasi menimbulkan pada nafsu makan anak yang menurun. Maka itu bisa sampai terjadinya stunting,” ujar Agus.
Agus pun hanya berharap, Pemkab Klaten segera bergerak dalam mengelola sampah dan limbah air lindi.
Harapannya, tidak menimbulkan dampak yang berkepanjangan pada masyarakat sekitar.
Menurutnya hal itu, yang dimaknai merdeka dari dampak yang ditimbulkan dari pengelolaan sampah di TPA Troketon.
Menanggapi kegiatan upacara peringatan HUT RI ke-80 di TPA Troketon, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, bahwa hal itu kebebasan ekspresi dari masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya.
“Monggo silakan saja. Yang jelas kami dari pemerintah daerah sudah berproses untuk penyelesaian masalah TPA Troketon.Kami sudah melakukan berbagai macam hal, tinggal nanti Insya Allah mulai Agustus sudah kita pantau,” ujar Hamenang.
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, pihaknya juga sudah audensi langsung dengan kepala desa (Kades), Ketua RT, Ketua RW dan tokoh masyarakat.
Terlebih lagi mereka mendukung kepimpinannya dan percaya jika Hamenang-Benny bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Jadi kami berharap untuk warga di Klaten jangan khawatir, pasti kita kemudian sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan. Tapi tidak bisa secepat yang dibayangkan, dibutuhkan perencanaan yang matang,” ujar Hamenang.
Seperti diketahui pada APBD Perubahan 2025, pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Troketon sekira Rp 6 miliar.(ren/adi)
Editor : Adi Pras