RADARSOLO.COM – Sebuah mobil pikap pengangkut para pegowes asal Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kecelakaan tunggal di lereng Gunung Merapi pada Minggu (17/8/2025).
Mobil tersebut terperosok ke jurang sedalam 12 meter di Dusun Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, peristiwa itu terjadi pada pukul 08.00. Mobil pikap dengan nomor polisi AB 8569 JN itu mengangkut pegowes dan sepeda dengan total secara keseluruhan terdapat lima orang.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa terperosoknya mobil pikap ke jurang tersebut.
”Jadi untuk mobil itu membawa sepeda dan orangnya. Setelah berhenti dan parkir sejenak, posisi masih bermanuver mundur, tapi langsung diinjak pedal gasnya langsung mundur masuk ke jurang,” ujar perangkat Desa Tegalmulyo Subur saat dikonfirmasi, Minggu (17/8/2025).
Subur menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat rombongan pegowes hendak bersepeda di daerah Sapuangin.
Seperti diketahui, Sapuangin dikenal sebagai kawasan yang menawarkan pemandangan alam Gunung Merapi dan udaranya begitu sejuk.
”Tetapi belum sampai ke Sapuangin malah ada kejadian itu. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Ada yang sempat melompat, tetapi juga ikut masuk jurang sehingga berhenti di tengah jadi tidak sampai ke dasar,” tambah Subur.
Peristiwa masuknya mobil pikap pada jurang juga masuk di Search and Rescue (SAR) Klaten. Kemudian berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Klaten, relawan dan masyarakat setempat melakukan evakuasi terhadap korban dan mobil pikap tersebut.
”Untuk penumpang dan sopirnya bisa dievakuasi oleh warga. Tidak ada korban yang terjepit. Jadi kami evakuasi untuk mobil pikapnya,” ujar Petugas Damkar Klaten Tri Hatmoko.
Tri menjelaskan, untuk proses evakuasi terhadap mobil pikap ditarik menggunakan dua unit mobil milik SAR Klaten. Sekaligus dibantu oleh masyarakat dengan penarikan mobil pikap secara perlahan.
Baca Juga: Sempat Mogok Berhari-Hari, Pelaku Usaha Penggilingan Padi di Sragen Akhirnya Kembali Beroperasi
”Untuk mobil pikap berhasil kami evakuasi dalam waktu tiga jam. Kendalanya dikarenakan medannya yang curam sehingga dibutuhkan waktu untuk naik lagi ke jalan,” tambah Tri.
Tri mengungkapkan, rombongan pegowes yang diangkut dengan mobil pikap itu hendak ke Sapuangin. Hanya saja untuk jalur utamanya sampai ke kawasan tersebut ditutup karena terdapat hajatan.
”Kemudian jalurnya dialihkan, kemungkin sopir tidak menguasai jalan. Saat putar balik mobil tidak kuat, akhirnya malah mundur dan masuk ke jurang tadi. Untuk kedalaman jurang sekira 12 meter,” tambah Tri.
Untuk kondisi kelima orang pasca kejadian itu, korban berinisial DN, 21, mengalami luka ringan di bagian kepala. Sedangkan AD, 42, mengalami patah tulang di bagian kaki sebelah kiri dan sesak nafas.
Sementara EK, 42, mengalami luka ringan di bagian kepala dan sesak nafas. Sedangkan JK, 41, mengalami memar di bagian kepala dan sesak nafas. Untuk GL, 41, mengalami luka ringan pada bagian lutut.
Untuk kondisi mobil pikap sendiri mengalami kerusakan ringsek di bagian depan dengan kaca depan mengalami pecah. (ren/adi)
Editor : Adi Pras