Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tak Berlakukan Pembelajaran Daring, Disdik Klaten Pastikan KBM di Sekolah Berjalan Normal

Angga Purenda • Selasa, 2 September 2025 | 20:52 WIB
Kegiatan upacara di SD Negeri 1 Taji, Kecamatan Prambanan pada Senin (1/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kegiatan upacara di SD Negeri 1 Taji, Kecamatan Prambanan pada Senin (1/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten tidak memberlakukan pembelajaran secara daring seperti daerah lainnya. Dalam menyikapi aksi demo berujung anarkis di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP di Kota Bersinar berjalan normal. Termasuk saat awal minggu pada Senin (1/9/2025).

“Kami sudah berkoordinasi di internal Dinas Pendidikan Klaten, juga mengacu pada perkembangan dan lewa instruksi dari provinsi dan sebagainya. Kami tetap pembelajaran seperti biasa, karena itu hak-hak pendidikan anak,” jelas Titin, Selasa (2/9/2025).

Lebih lanjut, Titin mengungkapkan, jika disdik sudah membuat surat edaran yang ditujukan ke seluruh sekolah.

Pada surat tersebut berisikan imbauan agar siswa tidak terprovokasi dengan ajakan yang justru merugikan.

Di sisi lain, disdik juga sudah merapatkan barisan dengan kepala sekolah, guru hingga orangtua siswa.

Guna memastikan kondisi siswa, disdik membuat formulir melalui Google Form untuk memantau kehadirian siswa di sekolah.

“Seluruh satuan pendidikan bisa melaporkan. Kalau ada yang tidak masuk, harus dikomunikasikan sampai ke orangtua. Posisi anak di mana? Apakah di bawah pengawasan orangtua atau bagaimana? Ini untuk mengatisipasi dan demi keselamatan anak-anak juga,” ujar Titin.

Selain itu, sekolah melalui wali kelas masing-masing diminta untuk memastikan anak langsung ke rumah setelah pulang dari sekolah.

Apabila ada siswa yang tidak dijemput bisa melapor ke grup wali kelasnya.

Hal itu untuk memastikan apakah siswa sudah sampai rumah atau belum. Termasuk apakah ada kegiatan di luar sekolah.

Terlebih lagi saat ini untuk kegiatan seperti lomba dan sebagainya ditunda hingga situasi memungkinkan.

“Kami juga sudah minta ke seluruh satuan pendidikan agar secara intensif berkomunikasi dengan orangtua siswa. Memastikan anak-anak saat malam berada di rumah, dalam pengawasan orangtua,” ujar Titin.

Titin juga mendorong agar masing-masing satuan pendidikan melakukan penguatan nilai-nilai karakter kepada para siswa. Termasuk para siswa diminta untuk fokus belajar di dalam sekolah.

Disdik Klaten juga telah berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMK dan SMA. Harapannya juga menerapkan hal yang sama terhadap anak didiknya.

Untuk jumlah sekolah di Klaten terdapat 622 SD negeri dan 80 SD swasta. Ditambah lebih dari 100 SMP yang 65 diantaranya merupakan SMP negeri. Untuk total siswa dari tingkat PAUD hingga SMP sekira 270.000 siswa.

Salah satu sekolah di Klaten yang memastikan KBM berjalan normal yakni SD Negeri 1 Taji, Kecamatan Prambanan. Bahkan dalam kegiatan upacara yang digelar pada Senin (1/9/2025) menghadirkan Babinsa sebagai inspektur.

Kehadirannya untuk pembentukan karakter dan sikap mental para siswa agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

Termasuk mengajak siswa-siswi SD N 1 Taji untuk menjauhi perilaku negatif dan menjaga sikap baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Pembinaan yang dilakukan Babinsa menjadi motivasi berharga bagi siswa untuk terus meningkatkan kedisiplinan, semangat belajar dan kepedulian terhadap sesame. Termasuk membentukan sikap dan karakter yang baik,” ujar Kepala SD N 1 Taji Yanwar. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#KBM #klaten #disdik klaten #Kegiatan Belajar Mengajar #dinas pendidikan