Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Petani Delanggu Klaten Sambat, Hama Tikus Masih Jadi Ancaman di Sentra Beras Rojolele

Angga Purenda • Selasa, 9 September 2025 | 23:53 WIB
Petani di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten panen padi. (Angga Purenda/Radar Solo)
Petani di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten panen padi. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten selama ini dikenal sebagai sentra beras rojolele.

Mengingat dengan potensi lahan pertanian seluas 70 hektare didominasi padi rojolele varietas srinuk. Tapi siapa sangka hama tikus masih menjadi momok bagi petani setempat.

”Dari total 70 hektare lahan sawah pertanian di Delanggu, di desa kami yang terserang hama tikus kurang lebih 40-50 hektare. Itu terjadi selama satu terakhir hingga gagal panen, kalau pun bisa dibawa pulang hanya sekira 10-20 persen saja,” ujar Ketua Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto saat ditemui Radarsolo.com, Minggu (7/9/2025).

Eksan mengungkapkan, serangan hama tikus baru mereda pada panen terakhir kali ini. Sebelumnya berbagai upaya telah dilakukan oleh petani Delanggu dalam mengendalikan hama tikus secara mandiri dan swadaya.

”Kemarin waktu ada serangan itu, sangat-sangat minim sekali (bantuan dari pemerintah terkait pengendalian hama tikus) jadi kita swadaya. Jadi upaya kunci yang selama ini menjadi poin-poin kuat dengan tanam kompak dulu, pembersihan saluran sanitasi dan irigasi,” ujar Eksan.

Selain itu, pengendalian hama tikus dengan menerapkan pola tanam yang telah disepakati oleh petani.

Maka itu, tidak sepanjang tahun lahan pertanian di Delanggu ditanami padi. Hal itu untuk memutus serangan hama tikus.

Sementara itu, petani Delanggu lainnya, Tawar, 46, membenarkan terhadap serangan hama tikus sejak tahun lalu.

Bahkan dari luas lahan yang digarapnya sekira 2.200 meter persegi juga pernah mengalami gagal panen.

”Upaya yang kami lakukan kemarin ya dilakukan dengan gotong-royong lewat gropyokan dan pemberantasan sarang tikus. Termasuk menggunakan yuyu yang ditancapkan dalam lahan pertanian karena aromanya bisa mengusir tikus dan hama lainnya juga,” ujar Tawar.

Selain itu, dalam mengendalikan serangan hama tikus, Tawar juga sempat menggunakan kencing kelinci yang disemprotkan pada lahan pertanian juga. Hingga menerapkan tanam padi secara serempak.

”Memang dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga turun. Tapi belum optimal dalam mengendalikan hama tikus,” ujar Tawar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian (DKPP) Klaten Iwan Kurniawan menjelaskan berbagai langkah telah ditempuh jajarannya untuk mengendalikan hama tikus di Kota Bersinar. Tetapi menurutnya, yang paling utama adalah kekompakan dari para petani di wilayahnya masing-masing.

”Total luas lahan pertanian di Klaten yang terserang hama tikus terdapat 303 hektare. Upaya pengendalian nantinya juga melalui tanam serempak dan trap barrier system (TBS). Saat ini sedang kami siapkan,” ujar Iwan. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Hama Tikus #beras rojolele #petani #delanggu