Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

26 Siswa Keracunan MBG Masih Dirawat Inap di RSUD Bagas Waras Klaten

Angga Purenda • Jumat, 10 Oktober 2025 | 23:41 WIB
SMPN 1 Wedi, Kabupaten Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
SMPN 1 Wedi, Kabupaten Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Sebanyak 26 Siswa SMP Negeri 1 Wedi Klaten yang diduga keracunan saat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (8/10/2025) masih menjalani rawat inap RSUD Bagas Waras hingga Jumat (10/10/2025).

Meski begitu, pihak sekolah juga fokus terhadap penyembuhan psikis para siswa di sekolah pasca kejadian dugaan keracunan.

“Sementara ini yang masuk menjalani rawat inap terdapat 25 orang. Tapi disusul pagi ini terdapat satu anak yang menahan-nahan (rasa sakit). Dikarenakan takut ke rumah sakit, padahal perutnya sakit. Tapi kami terus komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinkes Klaten,” ujar Kepala SMPN 1 Wedi Titik Maryani saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025).

Lebih lanjut, Titik menjelaskan, yang menjadi perhatiannya tidak hanya siswa yang menjalani rawat inap saja.

Tetapi juga para siswa yang masih aktif dalam kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah.

Bahkan pihaknya mengapelkan seluruh siswa untuk memberikan motivasi kepada para siswa pasca kejadian tersebut.

Walaupun mereka terdampak tetapi harus dimotifasi biar siswa tetap menerima program yang digulirkan oleh pemerintah pusat tersebut.

“Harapannya tidak takut akan makan sesuatu, soalnya ada yang trauma makan. Kemarin saja ada satu anak yang dari malam sampai pagi lagi pingsan. Kenapa pingsan? Karena takut makan. Jadi yang saya pelihara itu psikis,” ujar Titik.

Titik mengungkapkan, penyembuhan psikis bagi para siswa menjadi yang utama sehingga ke depannya tidak takut lagi dalam menerima menu MBG.

Bagi siswa yang menjalani rawat inap dan rawat jalan diminta untuk beristirahat secara total sebelum akhirnya balik bersekolah.

“Untuk kegiatan pembelajaran tetap normal. Tapi saya tetap ciptakan suasana kebahagian dulu sehingga anak secara psikis tidak terganggu. Kalau prinsipnya ini tetap berjalan normal, Alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Titik.

Titik mengungkapkan, saat Kamis (8/10/2025) itu terdapat 384 siswa yang mendapatkan menu MBG dengan komposisi nasi, sayur sop, ayam krispi, tempe goreng, buah pisang dan susu kemasan.

Dia tidak tahu terkait komposisi makanan yang penyebab para siswanya diduga mengalami keracunan.

“Tetapi saya minta, untuk hasil pemeriksaan dari sampel makanan yang dikirimkan ke laboratorium untuk juga diberitahukan ke sekolah. Biar kami dari sekolah juga mengetahui apa penyebabnya,” ujar Titik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto menjelaskan untuk sampel makanan yang diambil meliputi nasi, ayam krispi, buah, sayur sop dan susu.

Saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta.

“Jadi tidak bisa langsung diketahui. Pemeriksaan ini harus menunggu waktu lima sampai tujuh hari,” ujar Anggit.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sembung, Kecamatan Wedi yang menyuplai menu MBG di SMPN 1 Wedi.

Menurutnya, dari hasil pantauan yang dilakukan, bahwa masih banyak hal yang harus diperhatikan.

Mulai dari alur masuknya bahan baku hingga alat kotor hingga pemisahan bahan baku.

“Untuk sementara operasionalnya (SPPG di Desa Sembung) diberhentikan oleh BGN. Sedangkan yang lain tetap beroperasi, sambil kita di kesehatan mendapatkan tugas baru untuk melakukan pengamatan dan inspeksi ke lokasi bila diperlukan setiap hari,” ujar Anggit.(ren/adi)

Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Adi Pras
#RSUD bagas waras #klaten #Mbg #Makan Bergizi Gratis #Wedi