RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengumumkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim hujan.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Klaten diprediksi mulai memasuki musim penghujan pada pertengahan Oktober 2025 ini.
“Cuaca seperti ini (hujan) akan berlangsung hingga April 2026. dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari 2026,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna, Selasa (21/10/2025)
Lebih lanjut, Syahruna menyebut, masa transisi atau pancaroba dari Oktober hingga Desember ini menjadi fokus utama kewaspadaan.
Untuk itu, Bupati Klaten telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati untuk mengantisipasi potensi bencana hidrologi seperti banjir dan angin kencang.
Dalam surat edaran tersebut, masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi preventif di lingkungan masing-masing.
Beberapa langkah penting yang ditekankan antara lain melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang dinilai rapuh atau berpotensi roboh akibat terpaan angin kencang.
“Kemudian pengecekan infrastruktur dengan memeriksa dan mengamankan tiang listrik, tiang telepon, dan baliho agar tidak roboh saat terjadi angin kencang,” ujar Syahruna.
Di sisi lain, Syahruna mendorong, masyarakat untuk menggerakkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan saluran air dan selokan. Guna mencegah penyumbatan dan banjir di wilayahnya masing-masing.
Dalam aspek penanganan bencana, Klaten menunjukkan kesiapan yang patut diacungi jempol.
Seluruh kecamatan serta desa dan kelurahan di Klaten sudah membentuk satuan tugas kesiapsiagaan bencana.
"Kami sebagai percontohan di Indonesia, karena 26 kecamatan sudah Kecamatan Tangguh Bencana dengan deklarasi pada bulan Mei 2024," ujar Syahruna.
Selain itu, program Desa Tangguh Bencana (Destana) juga telah tersebar di 391 desa dan 10 kelurahan di Klaten. Satuan tugas tersebut dilatih untuk bertindak cepat.
Apabila terjadi bencana, Kecamatan Tangguh Bencana maupun Desa Tangguh Bencana diminta untuk segera mengambil tindakan penanganan awal di lokasi.
Sebelum tim besar dari BPBD Kabupaten tiba. Hal ini sesuai dengan Permendagri 101 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) urusan kebencanaan.
“Dengan kesiapan infrastruktur dan kelembagaan ini, Pemkab berharap dampak bencana hidrometeorologi yang akan datang dapat diminimalisir,” ujar Syahruna.
Sebelumnya, akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Senin (20/10/2025) berdampak pada delapan kecamatan.
Secara kumulatif, total objek yang terdampak adalah 34 rumah rusak ringan, lima tempat usaha rusak ringan, 1 kandang rusak ringan, 1 fasilitas umum rusak ringan, satu jaringan listrik, satu kendaraan roda empat, dan 15 pohon tumbang.
BPBD Klaten masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak.
Khususnya untuk membersihkan akses jalan dari pohon tumbang dan membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan. (ren/adi)
Editor : Adi Pras