RADARSOLO.COM-Generasi muda kembali membuktikan peran strategisnya dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Siswi SMA Negeri 1 Klaten Gracia Rianti Kartikawening terpilih menjadi Duta Muda dan perwakilan BPJS Kesehatan Boyolali maju ke Kedeputian Wilayah VI Jawa Tengah dan DIY.
Pemberian Penghargaan Duta Muda BPJS Kesehatan yang diperoleh Gracia tersebut, menandai sebuah langkah penting dalam upaya BPJS Kesehatan merangkul kaum milenial dan Gen Z.
Sebagai garda terdepan penyebar informasi kesehatan yang akurat.
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali sendiri baru pertama kali menggelar pemilihan Duta Muda.
Hal itu merupakan kolaborasi dari BPJS Kesehatan Cabang Boyolali bersama SMAN 1 Klaten.
Terkhusus Gracia Rianti Kartikawening dalam menyebarluaskan program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengungkapkan bahwa Duta Muda memiliki peran vital sebagai role model yang membawa dampak positif.
Khususnya dalam hal layanan kesehatan melalui program JKN.
Deddy menjelaskan bahwa di era digital saat ini, perluasan jangkauan pesan JKN dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital yang sangat akrab dengan kalangan remaja.
Harapannya generasi muda dapat menjadi penggerak utama, sehingga kesadaran dan pemanfaatan program JKN semakin meluas.
“Dengan cara ini, setiap informasi yang kami sampaikan bisa lebih relevan, menarik dan mudah diakses oleh target audiens sesuai perkembangan digital saat ini," jelas Deddy.
"Ditambah adanya duta muda BPJS Kesehatan juga dapat membentuk generasi penerus yang sadar akan kesehatan dan memiliki rasa kepemilikan terhadap JKN. Dengan begitu, keberlangsungan program JKN dapat lebih terjaga melalui partisipasi aktif anak muda," lanjutnya.
Sementara itu, Gracia Rianti Kartikawening bertekad menjadi jembatan informasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. Khususnya kalangan muda yang ada di Klaten.
"Saya ingin menjadi penghubung antara BPJS Kesehatan dengan program JKN-nya dan teman-teman muda di lingkungan sekitar saya yang ada di Klaten," katanya.
"Dengan menjadi duta muda, saya bisa membantu menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat luas untuk tertib administrasi supaya mendapat perlindungan kesehatan," imbuh Gracia.
Edukasi yang dimaksud Gracia tidak hanya sebatas pendaftaran, tetapi juga tentang pemanfaatan program JKN secara optimal. Termasuk inovasi layanan digital.
Gracia juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai aplikasi Mobile JKN. Termasuk pelayanan administrasi melalui WhatsApp (Pandawa) atau Care Center 165.
Gracia memandang gelar Duta Muda yang diraihnya sebagai amanah sosial dan harus diemban dengan penuh komitmen serta rasa tanggung jawab.
Ia percaya bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya sebagai pendorong perubahan positif.
"Saya ingin menjadi contoh nyata bagi teman-teman sebaya di lingkungan sekitar saya. Bahwa generasi muda juga bisa terlibat aktif dalam menyebarkan semangat solidaritas melalui program JKN. Sesuai dengan prinsipnya dengan gotong royong semua tertolong, sehingga pelayanan kesehatan JKN semakin mudah, cepat, dan setara," tutur Gracia penuh semangat.
Kiprah Duta Muda seperti Gracia sangat relevan, mengingat upaya BPJS Kesehatan dalam menggeser layanan konvensional ke ranah digital.
Aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu inovasi terdepan yang didorong untuk dimanfaatkan oleh peserta. Terutama generasi muda, untuk dapat mengundang melalui App Store maupun Play Store.
Seperti diketahui, aplikasi Mobile JKN menawarkan beragam fitur yang mempermudah peserta dalam mengakses layanan JKN.
Fitur-fitur ini mencakup pengecekan status kepesertaan, perubahan data peserta dan Informasi Iuran.
Begitu juga informasi riwayat pelayanan, Penambahan Peserta dan informasi ketersediaan tempat tidur.
Peserta JKN juga dapat melakukan pendaftaran layanan di fasilitas kesehatan secara online.
Melalui aplikasi tersebut, juga dapat mengetahui jadwal operasi, informasi riwayat pembayaran hingga pendaftaran autodebet dan skrining riwayat kesehatan. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono