Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perkuat Karakter Siswa, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jateng Luncurkan Program Praktis Berdaya di Klaten

Angga Purenda • Jumat, 31 Oktober 2025 | 23:33 WIB
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah Agung Wijayanto saat memaparkan program Praktis Berdaya di Aula SMKN 3 Klaten, Jumat (31/10/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah Agung Wijayanto saat memaparkan program Praktis Berdaya di Aula SMKN 3 Klaten, Jumat (31/10/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah V Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program aksi perubahan inovatif bernama praktis berdaya.

Sebuah program aksi karakter terintegrasi dan sistematis untuk berdayakan anak Indonesia hebat.

Program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat karakter siswa. Sekaligus mengimplementasikan program nasional gerakan anak Indonesia hebat.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan deklarasi komitmen oleh empat unsur yang disebut Catur Pusat Pendidikan yang berlangsung di Aula SMKN 3 Klaten pada Jumat (31/10/2025).

Melibatkan dari unsur sekolah, orang tua, masyarakat dan media yang diwakili oleh Jawa Pos Radar Solo.

Deklarasi tersebut juga menegaskan bahwa pembentukan karakter anak adalah tanggungjawab kolektif.

Terlebih lagi keempat unsur yang ikut serta dalam deklrasi tersebut memiliki perannya masing-masing.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah Agung Wijayanto menjelaskan, praktisi berdaya tidak hanya sekadar gerakan. Tetapi sebuah sistem yang didukung oleh teknologi.

”Kementerian itu sudah ada program namanya gerakan anak Indonesia hebat. Maka dalam rangka implementasinya, kami membuat program praktisi berdaya ini dalam bentuk aplikasi untuk monitoring evaluasi dan juga kemudian Catur Pusat Pendidikan,” jelas Agung yang ditemui seusai deklarasi di aula SMKN 3 Klaten, Jumat (31/10/2025).

Lebih lanjut, Agung menjelaskan, aplikasi yang akan diluncurkan ke sejumlah sekolah tersebut akan memiliki fungsi. Salah satunya sebagai alat kontrol terhadap tujuh gerakan anak Indonesia hebat.

”Hasilnya nanti berupa deskripsi laporan yang bisa digunakan oleh sekolah. Sedangkan oleh cabang dinas untuk menilai sudah sejauh mana implementasi karakter itu di satuan pendidikan,” tambahnya.

Agung menjelaskan, bahwa tujuan utama program praktis berdaya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Termasuk membantu sekolah dalam pengambilan keputusan yang berbasiskan data.

”Golnya adalah agar karakter anak itu kemudian kembali menguat. Kemudian pelanggaran-pelanggaran di sekolah juga bisa dikurangi, tidak ada bullying, tidak ada kekerasan. Apalagi sekarang sekolah itu dalam mengambil keputusan itu juga harus berbasis data, karena kita punya aplikasi itu," tegas Agung.

Di sisi lain, Agung menekankan bahwa penguatan karakter tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Maka itu, Deklarasi Catur Pusat Pendidikan tersebut adalah upaya untuk mengembalikan peran vital pihak lain di luar sekolah.

”Pendidikan itu tidak hanya tanggungjawab sekolah, tapi bagaimana mengembalikan peran orang tua agar ikut bisa mendidik putra-putrinya. Kemudian masyarakat juga berkontribusi dalam pendidikan lingkungannya. Menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan kondusif,” ujarnya.

Dia secara khusus menyoroti peran media sebagai unsur yang dilibatkan dalam penguatan karakter siswa. Salah satunya dengan mempublikasikan praktik baik hingga menginformasikan karakter baik kepada masyarakat. Harapannya bisa mengurangi stigma negatif yang ada di dunia pendidikan seperti terkait kekerasan, bullying dan hoax. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Cabdin #klaten #bullying #hoax #dinas pendidikan #smkn 3 klaten