Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PMI Klaten Pecahkan Rekor MURI, Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Libatkan 20 Ribu Peserta

Angga Purenda • Minggu, 2 November 2025 | 22:58 WIB
Penyerahan piagam penghargaan MURI kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto. (Angga Purenda/Radar Solo)
Penyerahan piagam penghargaan MURI kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten sukses mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) setelah menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama terbanyak secara serentak.

Baik dilakukan secara luring di Bumi Perkemahan Kepurun, Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo maupun daring di sekolah masing-masing.

Pemecahan rekor MURI ini melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai tingkatan, yakni Mula, Madya, dan Wira.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI yang ke-80.

Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto menjelaskan bahwa, target awal yang ditetapkan untuk pemecahan rekor pelatihan pertolongan pertama sebanyak 20.000 peserta. Namun, antusiasme dari peserta didik melampaui ekspektasi.

”Target kami memang 20.000 peserta, tetapi alhamdulillah yang mendaftar ada 35.340-an untuk mengikuti pemecahan rekor MURI ini,” ujar Purwanto ditemui seusai acara, Sabtu (1/11/2025).

Peserta pelatihan pertolongan pertama berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Klaten.

Purwanto menegaskan bahwa perolehan rekor MURI bukanlah tujuan utama. Pencatatan rekor tersebut lebih berfungsi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para peserta dan pembina yang terlibat dalam kegiatan PMR untuk lebih semangat ke depannya.

”Pelatihan pertolongan pertama ini adalah bagian dari upaya penanaman pendidikan karakater sejak usia dini, untuk kebersamaan, kemanusiaan dan tidak diskriminasi. Jadi siapa pun, kapan pun, kalau ada kecelakaan, perlu ditolong, tidak dibeda-bedakan,” ujar Purwanto.

Sementara itu, proses pencatatan MURI tersebut telah direncanakan dan dipersiapkan secara matang oleh PMI Klaten. Purwanto mengungkapkan bahwa persiapan telah dimulai sejak Mei 2025.

Meliputi persiapan pelatihan dan rekrutmen para pelatih (fasilitator) untuk membekali calon peserta.

Proses pengajuan rekor kepada MURI juga direspon cepat setelah PMI menginformasikan rencana kegiatan tersebut. Setelah terkumpulnya data pendaftar, berita acara ditandatangani oleh Ketua PMI dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), hingga akhirnya MURI merespons untuk dilaksanakan.

”Kami berencana untuk menindaklanjuti kegiatan ini secara bertahap. Termasuk rencana mengadakan perlombaan dan mengaktualisasikan praktik pertolongan pertama secara lebih baik di sekolah-sekolah. Langkah ini merupakan wujud nyata PMI sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan Kepalangmerahan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 2,” ujar Purwanto.

Perwakilan MURI, Sri Widayati menjelaskan, rekor tersebut secara resmi tercatat sebagai rekor MURI yang ke 12.488. Mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, Ia mengesahkan pencapaian tersebut.

Dia berharap PMI terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat dan mengabdi tanpa pamrih.

”Semoga ini semakin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota PMR memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat dan diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari,” tambahnya.

Piagam penghargaan MURI dianugerahkan kepada pemrakarsa dan penyelenggara kegiatan, yaitu kepada Bupati Klaten dan PMI Kabupaten Klaten.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi terhadap PMI Kabupaten Klaten yang sukses menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama (PP) serentak dan memecahkan rekor MURI.

”Harapan kita bersama, kegiatan pelatihan pertolongan pertama ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tapi bagaimana kemudian menyiapkan generasi muda kita, generasi penerus kita, agar kemudian lebih paham berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana dan kecelakaan," tegasnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#pmi #klaten #muri #pelatihan pertolongan pertama #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #pmr #PMI Klaten