Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ditabrak KA Lodaya, Warga Prambanan Klaten Meninggal

Angga Purenda • Rabu, 5 November 2025 | 01:58 WIB
Relawan mengevakuasi jasad perempuan yang meninggal tertemper KA Lodaya di Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (4/11/2025). (Dokumentasi Polsek Prambanan)
Relawan mengevakuasi jasad perempuan yang meninggal tertemper KA Lodaya di Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (4/11/2025). (Dokumentasi Polsek Prambanan)

RADARSOLO.COM – Kecelakaan tragis terjadi di jalur kereta api (KA) wilayah Prambanan, Klaten, Selasa (4/11/2025) pagi.

Seorang perempuan berinisial US, 54, warga Prambanan meninggal dunia setelah tertemper KA 77 Lodaya relasi Solo Balapan-Bandung.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.55 WIB di kilometer (KM) 151+9 petak jalan antara Stasiun Brambanan (BBN) dan Maguwo (MGW). Tepatnya di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan.

”Petugas Polsek Prambanan bersama Kanit Reskrim dan Kanit Samapta serta piket SPK Polsek Prambanan langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan itu,” ujar Kapolsek Prambanan AKP Nyoto.

Nyoto menjelaskan petugas Polsek Prambanan bersama tim relawan Prambanan segera mengevakuasi korban.

Lalu membawanya ke RS Bhayangkara Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk penanganan lebih lanjut.

”Terkait penyebabnya (korban tertabrak kereta api), ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Nyoto.

Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih menjelaskan, KA 77 Lodaya sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan rangkaian pasca-insiden tersebut.

”Adapun seluruh awak dan penumpang KA 77 Lodaya dalam kondisi selamat dan aman. KA 77 Lodaya sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan rangkaian dan pada pukul 08.02, KA 77 Lodaya melanjutkan perjalanan,” terang Feni.

Feni juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang dialami penumpang.

Dia sangat menyayangkan kejadian ini dan kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.

”Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku, tidak beraktivitas di jalur KA dan hanya melintas di perlintasan sebidang resmi,” ujar Feni.

Dia menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan kawasan steril dan berisiko tinggi yang hanya diperuntukkan bagi petugas operasional dan perawatan prasarana.

”Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami imbau seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur KA dan melintas hanya di perlintasan resmi saja. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujar Feni. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#prambanan #klaten #Solo Balapan #KA Lodaya