Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sambut Peringatan Hari Toleransi Internasional, Forum Kebersamaan Umat Beriman Klaten Lakukan Pengambilan Air di Tujuh Sumber Mata Air Suci

Angga Purenda • Rabu, 12 November 2025 | 15:23 WIB
Ritual pengambilan tirta panguripan (air kehidupan) dari tujuh sumber mata air suci di Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Ritual pengambilan tirta panguripan (air kehidupan) dari tujuh sumber mata air suci di Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB) Klaten mengambil langkah spiritual unik dan penuh makna dalam menyambut peringatan Hari Tolerasi Internasional yang jatuh pada Minggu (16/11/2025).

Para pemuka agama dan penghayat kepercayaan di Klaten melaksanakan ritual pengambilan Tirta Panguripan (Air Kehidupan) dari tujuh sumber mata air suci di Klaten.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) itu dikemas dalam acara bertajuk Kamulyaning Tirta.

Prosesi pengambilan air suci tersebut menjadi cerminan nyata dari kebersamaan lintas iman. Perjalanan dimulai dari sumur yang berada di Masjid Golo, Kompleks makan Sunan Bayat.

Setelahnya, perjalanan spiritual dilanjutkan ke pertirtaan Geneng, yang pengambilan air diawali dengan doa dari perwakilan Umat Hindu.

Pengambilan air juga berlangsung di Umbul Brondong yang dilakukan oleh pendeta Debora dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kebonarum yang mewakili umat Kristen. Sedangkan dari umat Buddha melakukan pengambilan air di Umbul Tirta Mulyani.

Sementara itu, dari unsur Katolik melaksanakan pengambilan air suci di Sendang Gua Maria Sriningsih Klaten.

Ketua FKUB Kebersamaan Kabupaten Klaten Pendeta (Pdt) Wahyu Nirmala menegaskan pentingnya ritual tersebut sebagai simbol persatuan.

"Kami para pemuka agama di Klaten percaya bahwa air adalah sumber kehidupan. Melalui pengambilan air dari tujuh sumber suci yang berbeda ini, kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berasal sumber yang beragam tapi pada dasarnya satu kehidupan yang sama,” ujar Wahyu, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, melalui ritual pengambilan air menjadi cara FKUB Kebersamaan dalam merayakan dan memperkuat toleransi. Terlebih lagi keberagamaan itu adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.

"Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Klaten bahwa kerukunan tidak hanya diucapkan. Tetapi juga diwujudkan melalui aksi bersama yang penuh penghormatan terhadap perbedaaan,” ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan, air suci yang telah terkumpul dari ketujuh lokasi itu akan menjadi pusat perhatian dalam puncak peringatan Hari Toleransi dunia pada 15 November 2025. Air tersebut akan didoakan bersama dalam doa lintas iman oleh seluruh pemuka agama di Vihara Bodhivamsa Klaten.

Dalam acara puncak itu juga akan diselenggarakan dengan berbagai kegiatan penuh makna seperti pelepasan ikan bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama tokoh agaman dan kepercayaan di lokasi tersebut. Sebagai simbol pembebasan kehidupan dan pemulihan keseimbangan alam.

“Akan dilaksanakan juga penanaman pohon dan rehabilitasi lingkungan sebagai wujud komitmen nyata terhadap konservasi alam. Ini menunjukan bahwa semangat toleransi juga harus diwujudkan dalam menjaga lingkungan hidup,” ujar Wahyu.

FKUB Kebersamaan Klaten berharap dapat menanamkan semangat toleransi yang kuat di Kota Bersinar. Begitu juga menjadikan warisan spiritual tersebut dapat dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat Klaten. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Forum Kebersamaan Umat Beriman #FKUB Klaten #toleransi