Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kementerian UMKM Luncurkan Holding UMKM Sektor Fashion dan Handicraft, Lurik Klaten Jadi Percontohan Nasional

Angga Purenda • Kamis, 20 November 2025 | 04:17 WIB
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo luncurkan program holding UMKM di Lurik Prasojo, Desa Bendo, Kecamatan Pedan. (Angga/Radar Solo)
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo luncurkan program holding UMKM di Lurik Prasojo, Desa Bendo, Kecamatan Pedan. (Angga/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kementerian Koperasi dan UKM (Kementerian UMKM) resmi meluncurkan program Holding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk sektor fashion dan handicraft (kriya) di Kabupaten Klaten pada Rabu (19/11/2025).

Peluncuran ini bertempat di PT Prosojo Kusuma Putra (Lurik Prasojo), Desa Bendo, Kecamatan Pedan.

Peluncurkan dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.

Didampingi oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan perwakilan dari Lurik Prasojo dan CV Agilcraft Indonesia dari Kabupaten Bantul.

Bagus menyampaikan bahwa Holding UMKM tersebut merupakan salah satu program strategis Kementerian yang bertujuan untuk membangun ekosistem kemitraan bisnis UMKM berbasis klaster.

Program tersebut didasarkan pada identifikasi 10 sektor yang memiliki potensi untuk menjadi solusi bagi UMKM agar dapat naik kelas.

“Holding UMKM ini adalah bagaimana kita membangun sebuah ekosistem kemitraan bisnis UMKM berbasis klaster. Salah satunya di Kabupaten Klaten, di mana produk unggulan daerahnya adalah lurik. Warisan budaya ini diharapkan tetap bisa punya pasar, baik dalam maupun luar negeri,” ujar Bagus usail peluncuran, Rabu (19/11/2025).

Bagus menjelaskan bahwa Lurik Prasojo berperan sebagai usaha menengah akan bertindak sebagai operator holding UMKM.

Perusahaan menengah yang memproduksi lurik khas Klaten itu akan menghubungkan perajin mikro dan kecil dalam rantai pasok industri lurik.

“Kami ingin UMKM dalam satu ekosistem, di mana usaha mikro terhubung. Si usaha menengah ini seperti jangkar, bagaimana mikro kecil yang perajin terhubung dalam bentuk rantai pasok,” ujar Bagus.

Operator holding UMKM akan menangani empat pilar utama yakni aggregator, inkubasi, pemasaran dan pembiayaan.

Begitu juga mengurus asper pasar dan standarisasi produk sehingga perajin mikro dan kecil dapat berfokus pada produksi.

Sebagai bagian dari upaya branding dan penetrasi pasar, Bagus juga menyoroti pentingnya pengenalan produk lokal ke dunia internasional.

Ia mengapresiasi upaya Lurik Prasojo yang tampil di berbagai negera untuk fashion show dalam mengenalkan kain tradisional khas Klaten.

"Ini adalah cara agar produk-produk lokal kita yang punya kualitas bagus ini dikenal. Kemudian tahu kualitasnya dan akhirnya dipakai," tegasnya.

Holding UMKM sektor fashion dan handicraft tersebut merupakan klaster kedua dan ketiga yang diluncurkan oleh Kementerian UMKM di Klaten. Setelah sebelumnya sektor Perikanan diluncurkan.

"Kita sudah ada tiga role model yang bisa kita replikasi. Sedangkan tujuh sektor lainnya yang sudah kita identifikasi," ujar Bagus.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik peluncuran holding UMKM sektor fashion dan handicraft yang diprakarsai oleh Kementerian UMKM.

Ia menegaskan bahwa program itu adalah bukti nyata upaya pemerintah untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.

“Harapan kami ini nanti bisa ke depan menjadi role model dari berbagai klaster yang ada di Kabupaten Klaten. Ke depan 11 klaster yang ada di Kabupaten Klaten bisa tersentuh semuanya, sehingga progam naik kelas bisa dirasakan,” ujar Hamenang.

Senada dengan Hamenang, perwakilan dari Lurik Prasojo Maharani Setyawan menyatakan harapan bahwa holding ini akan memungkinkan semakin banyak usaha mikro untuk bergabung.

"Harapannya dengan adanya holding UMKM semakin banyak usaha mikro yang bisa bergabung dengan Lurik Prasojo. Di mana pemasaran bisa kami bantu dan bisa mendunia lewat Lurik Prasojo," kata Rani.

Saat ini, Lurik Prasojo telah menaungi lebih dari 40 UMKM yang di bawahnya masih membawahi UKM mikro yang lebih kecil.

Selain itu, aktif dalam berbagai acara pameran dan fashion show di Milan, Italia dan Paris, Perancis serta world expo di Osaka, Jepang.

Sedangkan pertama kali Lurik Prasojo mengekspor produk lurik Klaten ke Thailand pada tahun lalu. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#pedan #Lurik Klaten #umkm #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #kementerian umkm