RADARSOLO.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 di Pendapa Kabupaten Klaten pada Rabu (26/11/2025).
Agenda tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut strategis dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK tahun 2025. Ada pun yang menjadi prioritas yakni penurunan angka stunting.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan peran vital TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK.
Hamenang berharap program kerja yang disusun oleh PKK dapat selaras dengan program prioritas pembangunan daerah.
Khususnya dalam isu-isu krusial seperti penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, dan lingkungan.
”Fokus kita bersama agar permasalahan stunting ini bisa benar-benar selesai. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa yang sudah bekerja sama (dengan Pemda Klaten) dalam menurunkan angka stunting di Klaten,” ungkap Bupati Hamenang, Rabu (26/11/2025).
Lebih lanjut, dia menargetkan agar capaian program penurunan stunting tahun depan dapat diperluas.
Salah satunya adalah dengan menggandeng Forum Corporate Social Responsibility (CSR) agar mengarahkan programnya untuk fokus pada penuntasan stunting.
”Harapannya kasus stunting di wilayah dapat segera dituntaskan,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting Klaten mengalami penurunan dari 24,5 persen pada 2023 menjadi 20,8 persen pada 2024.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo memaparkan langkah konkret yang telah dilakukan dalam rangka menurunkan angka stunting.
Salah satunya adalah melalui program unggulan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Program GENTING tersebut telah menyasar sekitar 450 anak yang diberikan pendampingan intensif agar dapat terlepas dari kondisi stunting.
”Dalam pelaksaannya kami bekerja sama dengan Dissos dan P3APPKB Klaten. Kami melakukan intervensi kepada anak stunting selama enam bulan untuk memastikan anak-anak ini mendapatkan nutrisi yang cukup,” jelas Fahrani.
Lebih lanjut, Fahrani juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan dengan berbagai pihak di semua tingkatan TP PKK.
Hal ini dalam rangka meningkatkan sumber daya dan memperluas dampak program di masyarakat.
”Saya harap penyusunan program kerja selalu menyinkronkan dengan program Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat,” tambahnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras