Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Tol Semarang: 4 Korban Asal Klaten, Jasa Raharja Proses Cepat Pemberian Santunan

Angga Purenda • Selasa, 23 Desember 2025 | 01:54 WIB
Petugas dari Kantor Pelayanan Jasa Raharja Klaten saat melakukan pengumpulan data dari kediaman para korban. (Dokumentasi Jasa Raharja Klaten)
Petugas dari Kantor Pelayanan Jasa Raharja Klaten saat melakukan pengumpulan data dari kediaman para korban. (Dokumentasi Jasa Raharja Klaten)

RADARSOLO.COM - Kecelakaan tunggal tragis menimpa bus PO Cahaya Trans di ruas Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.

Hingga Senin siang, dilaporkan sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Bus bernomor polisi B 7201 IV yang mengangkut 34 penumpang tersebut diketahui berangkat dari Jatiasih, Bekasi, dengan tujuan akhir Yogyakarta.

Berdasarkan informasi sementara, bus melaju kencang dari arah barat sebelum akhirnya sopir diduga kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan dan terguling.

Dari total 16 korban jiwa, empat di antaranya teridentifikasi sebagai warga Kabupaten Klaten.

Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Klaten Suko Rahardjo mengonfirmasi identitas keempat korban tersebut.

Mereka adalah Sadimin, warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi. Kemudian Srihono, warga Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring.

Lalu Lestiana dan Yanto yang keduanya merupakan warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk.

"Kami sudah bergerak sejak pukul 06.30 WIB tadi pagi secara estafet mendatangi rumah duka keluarga korban di Klaten. Rata-rata keluarga bahkan ada yang belum mengetahui musibah ini saat kami datang," ujar Suko Rahardjo saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025).

Jasa Raharja berkomitmen untuk memproses pemberian santunan secara cepat.

Suko menjelaskan bahwa setiap ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp50.000.000 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Hari ini data sudah kami ambil dan langsung kami tindak lanjuti untuk proses upload ke Jakarta agar pembayaran bisa segera dilakukan. Target kami, besok santunan sudah bisa diselesaikan dan diterima ahli waris," tambahnya.

Saat ini, mayoritas jenazah korban masih berada di RSUP Dr. Kariadi, Semarang (15 jenazah), dan satu jenazah lainnya berada di RS Tugu.

Terkait proses pemulangan ke daerah asal, pihak Jasa Raharja Klaten terus berkoordinasi dengan tim di Semarang.

Meskipun teknis pemulangan (apakah melalui fasilitas pemerintah daerah atau pihak lain) masih dalam tahap koordinasi lebih lanjut di titik lokasi.

Duka mendalam menyelimuti Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten karena salah satu warganya, Sadimin, 57, menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.

Sekretaris Desa (Sekdes) Melikan Sukanta mengungkapkan, Sadimin selama ini merantau di Jakarta untuk berdagang.

Meskipun bekerja di ibu kota, almarhum tetap memegang KTP dan KK asli Desa Melikan.

"Beliau sehari-harinya dagang di Jakarta. Kebetulan anaknya baru saja pulang dari Jepang kemarin. Niatnya pulang ke Klaten ini memang mau bertemu anaknya itu, tapi malah tertimpa musibah kecelakaan," ujar Sukanta.

Dalam perjalanan maut tersebut, Sadimin diketahui berangkat seorang diri dari Bekasi menuju Klaten demi memanfaatkan momen libur anaknya.

Hingga Senin (22/12/2025) siang, jenazahnya masih berada di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Pihak keluarga dari Klaten telah berangkat menuju Semarang sekitar pukul 10.00 untuk melakukan proses identifikasi dan pengurusan jenazah.

"Posisi jenazah masih di Semarang karena harus menunggu keluarga untuk proses otopsi atau prosedur rumah sakit lainnya. Tadi keluarga sudah menyusul ke RS Kariadi," tambah Sukanta.

Terkait waktu pemakaman, pihak Pemerintah Desa Melikan belum bisa memberikan kepastian.

Hal ini dikarenakan pihak desa masih menunggu informasi resmi dari keluarga yang berada di Semarang.

"Kami belum tahu jam berapa jenazah sampai di Klaten. Jadi untuk jadwal pemakaman, kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari keluarga yang ada di Semarang," jelasnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#kecelakaan #klaten #juwiring #tol #trucuk #jasa raharja