Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wujud Toleransi Beragama di Klaten, Doa Hindu Menggema di Joglo Pondok Pesantren

Angga Purenda • Minggu, 18 Januari 2026 | 16:42 WIB
Joglo Pondok Pesantren Mangku Candi, Klaten digunakan umat Hindu untuk berdoa, Sabtu (17/1/2026) malam. (Angga Purenda/Radar Solo)
Joglo Pondok Pesantren Mangku Candi, Klaten digunakan umat Hindu untuk berdoa, Sabtu (17/1/2026) malam. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebuah pemandangan menyejukan hati tersaji di Desa Karangnongko, Klaten pada Sabtu (17/1/2026) malam. Tepatnya pada peringatan hari suci Siwaratri di Kompleks Candi Merak.

Tidak hanya menjadi momen spiritual bagi Umat Hindu, tetapi juga menjadi panggung nyata bagi praktik toleransi yang tinggi di Kota Bersinar.

Hal itu terlihat ketika pelataran Candi Merak tak lagi mampu menampung ribuan umat yang datang dari berbagai penjuru Jawa Tengah.

Sebuah pintu terbuka lebar tepat di sebelahnya terdapat Pondok Pesantren Mangku Vandi Alas Lami yang secara sukarela menyediakan fasilitas joglo pesantren.

Untuk menampung luberan Umat Hindu yang hendak beribadah tersebut.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten Sugeng Sapta Wahyasa mengungkapkan, momentum Siwaratri tahun ini terasa sangat istimewa.

Dikarenakan adanya semangat kebersamaan lintas iman yang begitu kental.

”Siwaratri adalah malam perenungan dosa, sebuah momen di mana Umat Hindu melakukan intropeksi diri. Untuk menguabah kegelapan batin menjadi terang pengetahuan. Ini adalah waktu bagi kita untuk mengendalikan diri melalui brata atau pantangan agar ke depan kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Sugeng, Sabtu (17/1/2026).

Sugeng mengungkapkan, kerelaan pihak pesantren menyediaan tempat adalah manifestasi dari nilai-nilai spiritual itu sendiri.

”Melalui Jagra atau tidak tidur semalam suntuk, kita diingatkan untuk selalu waspada dan sadar dalam menjalani kehidupan. Kehadiran saudara-saudara dari pesantren yang memfasilitasi kami malam ini adalah wujud nyata dari terang pengetahuan itu sendiri yakni kasih sayang antar sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mangku Candi sekaligus Pembina Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB) Klaten KH M Jazuli A Kasmani atau yang akrab dipanggil Gus Jaz menegaskan, apa yang terjadi malam itu adalah penguatan akar persaudaraan yang sudah lama tertanam.

Baca Juga: Ketua DPRD Sragen Tolak Kepala Daerah Dipilih Legislatif, Ini Alasannya

”Kehadiran pesantren di tengah masyarakat harus memberikan manfaat. Malam ini, kami menyediakan Joglo pondok untuk menampung limpahan umat yang tidak tertampung di candi. Kami ingin menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi penghubung dan perantara bagi seluruh elemen masyarakat,” tutur Gus Jaz. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#karangnongko #klaten #phdi #hindu #Pondok Pesantren #Candi Merak #toleransi