Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jogging Track di Stadion Trikoyo Klaten Gratis, Warga Diminta Jaga Fasilitas

Angga Purenda • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:30 WIB
Sejumlah warga Klaten saat menggunakan fasilitas olahraga jogging track di Stadion Trikoyo, Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sejumlah warga Klaten saat menggunakan fasilitas olahraga jogging track di Stadion Trikoyo, Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Fasilitas lintasan lari atau jogging track di Stadion Trikoyo Klaten telah dibuka untuk umum sejak awal Januari 2026.

Tetapi di tengah antusiasme ratusan warga yang memadati stadion sejak hari pertama, muncul isu mengenai kemungkinan adanya penarikan biaya retribusi di masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan fasilitas lintasan lari tersebut akan tetap bisa dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya sepeser pun.

”Ada isu-isu ini baru trial gratis nanti ke depan akan bayar gitu. Insya Allah tidak ada. Insya Allah akan gratis selama-lamanya. Selama jogging track-nya masih ada, ya masih gratis begitu,” tegas Hamenang saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten beberapa waktu lalu.

Mengingat lintasan lari tersebut menggunakan material khusus, Bupati Hamenang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut agar tidak cepat rusak. Ia meminta pengunjung untuk disiplin dalam penggunaan alas kaki.

”Nah, maka agar jogging track-nya ini bisa ada lama, monggo dijaga bareng-bareng. Patuhi aturan-aturannya. Pakai sepatu yang benar-benar sepatu olahraga untuk berlari, terus kemudian sebelum masuk cek kakinya ada kerikilnya tidak,” pesannya.

Hal ini sejalan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Disbudporapar Klaten.

Pengunjung diwajibkan mengenakan sepatu olahraga beralas lembut. Penggunaan sepatu bola berpul, sepatu hak tinggi (high heels) atau alas kaki lainnya yang berpotensi merusak permukaan lintasan sangat dilarang untuk digunakan saat lari di lintasan.

Selain masalah teknis alas kaki, Hamenang juga menyoroti kapasitas stadion yang seringkali membeludak sejak pembukaan kembali.

Ia mengimbau warga untuk bergantian dan tidak memaksakan diri masuk ke lintasan jika kondisi sudah terlalu penuh.

”Terus kemudian di sisi lain ya jangan overload lah, gantian. Saya lihat beberapa hari itu terlalu banyak. Ya yang namanya ibarat kata sebuah jalan kalau over capacity ya gampang rusak kan gitu, ya gantian lah ya. Mungkin kalau pas ramai duduk-duduk di stadion atau stretching-stretching dulu menunggu agak lega baru gantian,” lanjutnya.

Isu kebersihan juga menjadi perhatian serius sang bupati. Ia menyayangkan masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan di area fasilitas olahraga.

”Kemudian yang berikutnya juga ini yang saya melihat agak miris, mulai pada buang sampah sembarangan. Nah, ini karena fasilitas umum ya dijaga bareng-bareng. Sampah yang dihasilkan itu kemudian bisa dikelola masing-masing. Insya Allah ke depan tong-tong sampah juga akan kita perbanyak di lokasi," tambahnya.

Selain aturan alas kaki, pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman ke area lintasan serta dilarang merokok.

Kedisiplinan pengunjung dalam menaati aturan yang telah ditetapkan menjadi kunci agar sarana olahraga di Stadion Trikoyo tetap terjaga dalam waktu jangka panjang. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Stadion Trikoyo Klaten #klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #Disbudporapar Klaten #jogging track