Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

TMMD Sengkuyung Tahap I di Pandes Klaten, Buka Akses Pertanian yang Lama Terputus

Angga Purenda • Selasa, 10 Februari 2026 | 12:40 WIB
Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I di di Lapangan Gedung Serba Guna Pringgodani, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten.
Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I di di Lapangan Gedung Serba Guna Pringgodani, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten.

RADARSOLO.COM- Asa baru bagi petani di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026, akses jalan usaha tani yang selama ini terputus dan tertutup semak belukar akan dibangun.

Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Bertempat di Lapangan Gedung Serba Guna Pringgodani, Desa Pandes, pada Selasa (10/02/2026).

Program yang berlangsung hingga 11 Maret mendatang itu menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.

Untuk sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 604 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 cm. Sedangkan untuk pembangunan talud sepanjang 176 meter, tinggi 80 cm dan lebar 40 cm.

Ditambah pembangunan 5 unit jambanisasi dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 3 unit.

Sedangkan untuk sasaran non fisik berupakan penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialisasi administrasi kependudukan (Dukcapil)

Kepala Desa (Kades) Pandes Heru Purnomo mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Pandes sebagai lokasi TMMD tahun ini.

Menurutnya, fokus utama pembangunan fisik kali ini adalah pembukaan kembali jalan usaha tani yang menghubungkan Desa Pandes dengan Desa Canan.

Baca Juga: Benarkah Yazid Ahmad Firdaus, Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Dikabarkan Sudah Ditemukan?

"Jalan ini sebenarnya sudah lama sekali terputus, bahkan sudah seperti hutan karena ditumbuhi tanaman keras," ujar Heru, Selasa (10/2/2026).

Dulu aksesnya buntu. Adanya betonisasi tersebut, akses bagi kawan-kawan petani kembali terbuka, yang tentunya akan meningkatkan nilai ekonomi lahan persawahan seluas 58 hektar di wilayah kami," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa pihak desa sebelumnya sempat mencoba membuka akses tersebut secara mandiri.

Tetapi urung terlaksana, mengingat terkendala keterbatasan finansial.

Melalui TMMD, mimpi petani untuk memiliki jalur distribusi hasil panen yang layak kini menjadi kenyataan.

Program TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Pandes mencakup berbagai sasaran pembangunan yang dikerjakan secara gotong royong oleh 84 personel gabungan.

Melibatkan TNI, Polri, teknisi, aparat desa dan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, menekankan bahwa TMMD merupakan agenda rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun di Kabupaten Klaten. Sebagai bentuk kolaborasi mendukung pemda.

"Tahun ini ada empat tahap; tiga tahap Sengkuyung dan satu tahap Reguler. Kami melihat partisipasi masyarakat Klaten sangat luar biasa. Desa-desa memang banyak yang mengusulkan dan kami bersama Pemda menentukan mana yang menjadi skala prioritas," jelas Dandim.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo berharap pembangunan infrastruktur ini mampu memberikan manfaat berkelanjutan.

Kehadiran TMMD tidak hanya sekadar membangun jalan, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Sebagai benteng pertahanan negara yang paling kokoh melalui semangat gotong royong atau sengkuyung,” pungkasnya.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Kodim Klaten #gotong royong #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #Kecamatan Wedi #TMMD Sengkuyung