RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara resmi membuka sebuah kedai kopi di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (13/2/2026).
Kedai yang bernama Senjadi Emerald itu menambah Khazanah destinasi kuliner Kota Bersinar.
Bertambahnya kedai kopi di Klaten diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan.
Sekaligus memperkuat posisi Klaten dengan jumlah wisatawan terbanyak untuk kabupaten se- Jawa Tengah pada 2025 yang mencapai 7,5 juta wisatawan.
Dalam sambutannya Bupati Hamenang menekankan bahwa peresmian itu sangat tepat waktu.
Mengingat momentum bulan Ramadan Lebaran yang segera tiba. Berdasarkan data, tren pemudik ke Kabupaten Klaten menunjukan peningkatan konsisten sebesar 30 persen setiap tahunnya.
“Ketika wisatawan ke objek wisata atau menginap di Klaten, harus dibarengi dengan berbagai pilihan destinasi kuliner. Kehadiran kedai kopi bisa menyambut para pemudik dan wisatawan yang mudik ke Klaten,” ujar Hamenang.
Hamenang memberikan dua pesan utama bagi pengelola kedai kopi. Yakni menjaga kualitas rasa secara konsisten terhadap menu yang disajikan. Termasuk harga tetap kompetitif (terjangkau) bagi masyarakat Klaten.
“Kualitas itu yang utama agar bisa bertahan lama. Harganya juga saya lihat kompetitif, mulai Rp 18.000. Pertahankan itu agar masyarakat punya banyak pilihan tempat nongkrong yang berkualitas,” tambah Hamenang.
Kedai kopi yang terus tumbuh di Klaten, membuat Bupati Hamenang mengingatkan para pengelola terkait manajemen sampah.
Hal ini sejalan dengan kampanye lingkungan yang digencarkan oleh pemerintah daerah.
“Saya harap kedai kopi di Klaten bisa memilah sampah sejak dari sumbernya. Harapannya agar tidak menambah beban lingkungan,” tambah Hamenang.
Sementara itu, pengelola kedai kopi Senjadi Emerald Tyas Ari Wibowo mengungkapkan kesiapannya untuk memberikan kontribusi positif bagi sektor pariwisata Klaten.
Salah satunya dengan menghadirkan berbagai menu makanan tradisional seperti Ayam Kecombrang dan Nasi Sei Sapi.
“Kami menyediakan sekira 70 jenis makanan dan 70 jenis minuman dengan berbagai fasilitas pendukung sebanyak 300 kursi,” ujar Tyas.
Ia berharap dengan kehadiran kedai kopi tersebut menjadikan wisatawan dan masyarakat Klaten memiliki referensi baru untuk berkumpul.
Baik sekadar ngopi hingga pertemuan folmal sembari menikmati suasana pedesaan di wilayah Klaten Selatan yang asri. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono