RADARSOLO.COM–Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Klaten menggelar pemeriksaan kesehatan bagi para sopir bus di Terminal Ir. Soekarno, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Baca Juga: Siagakan 64 Ambulans dan 180 Nakes, Pemkab Klaten Kawal Penuh Arus Mudik Lebaran 2026
Pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menyasar seluruh awak bus yang melintasi terminal, termasuk armada bus pariwisata khusus penjemput program mudik gratis asal Klaten.
Rangkaian tes kesehatan intensif ini diwajibkan guna menjamin keselamatan nyawa para penumpang selama menempuh perjalanan panjang antarkota.
7 Parameter Tes Narkoba
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pemeriksaan kali ini dilakukan secara jauh lebih mendetail.
Kepala Pokja Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Klaten Budiono menjelaskan, pihaknya menerapkan tujuh parameter pemeriksaan urine untuk mendeteksi penggunaan zat terlarang.
Langkah antisipatif ini diambil mengingat jenis dan peredaran narkotika yang semakin beragam.
"Tahun ini pemeriksaannya lebih dalam. Kami memeriksa tujuh parameter. Mulai dari amphetamine, ganja, methamphetamine, morfin, kokain, benzodiazepine (benzo), hingga obat-obatan terlarang lainnya. Ini dilakukan agar hasil pemeriksaannya jauh lebih valid dan akurat," beber Budiono.
Ratusan Sopir Dinyatakan Laik Jalan
Selain tes urine, para sopir bus juga diwajibkan menjalani pemeriksaan tekanan darah (tensi), tes buta warna, serta pengecekan kadar gula darah.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 100 orang pengemudi bus pada hari itu, Budiono memastikan bahwa seluruhnya dinyatakan 100 persen negatif atau bersih dari indikasi penggunaan narkoba.
Baca Juga: Tiga Kecamatan Disapu Angin Kencang, Pohon Ambruk, Rumah dan Gudang Rusak
Ia turut mengapresiasi adanya tren peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan pengemudi dibandingkan tahun lalu.
Meskipun ditemukan beberapa pengemudi yang mengalami tensi tinggi, kondisinya dipastikan masih dalam kategori ringan sehingga tim medis langsung memberikan pengobatan di tempat.
"Tidak ada sopir yang diminta untuk istirahat total atau dilarang jalan, karena mayoritas dinyatakan laik mengemudi," tambahnya. Budiono berharap pengecekan ketat ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serendah mungkin.
Andalkan Vitamin C dan Istirahat
Kegiatan pengecekan kesehatan ini disambut sangat positif oleh para pahlawan jalanan tersebut.
Siswanto (40), salah seorang pengemudi bus pariwisata penjemput pemudik, mengaku sudah terbiasa dan sama sekali tidak keberatan dengan prosedur tersebut.
"Sudah tidak kaget lagi karena rutin diadakan setiap tahun. Pemeriksaan gratis ini justru menguntungkan bagi kami, jadi bisa tahu kondisi badan sendiri sedang sehat atau tidak," tuturnya.
Untuk menjaga stamina selama membelah kemacetan jalur mudik, Siswanto mengaku pantang mengandalkan obat-obatan penambah kuat (doping) yang berbahaya. Ia lebih memilih untuk menerapkan pola hidup sehat di jalan.
"Paling hanya konsumsi vitamin C saja untuk menjaga stamina. Kalau nanti di tengah perjalanan merasa lelah atau mengantuk, saya pasti akan menepi dan istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan kembali," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono