Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ular Sanca Masuk Rumah di Prambanan Klaten, Ditangani Pakai Sapu dan Galon

Angga Purenda • Rabu, 18 Maret 2026 | 18:50 WIB

 

Ular yang masuk ke rumah warga di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, berhasil dievakuasi, Rabu (18/3/2026).
Ular yang masuk ke rumah warga di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, berhasil dievakuasi, Rabu (18/3/2026).

RADARSOLO.COM- Ketenangan warga di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten terusik dengan munculnya seekor ular sanca kembang (malayopython reticulatus) di dalam rumah salah satu warga, Selasa (17/3/2026) pagi.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 06.15 ketika pemilik rumah, Untung, warga Desa Taji, Kecamatan Prambanan dikejutkan oleh keberadaan ular di area kamar mandinya.

Merasa panik, ia segera menghubungi anggota tim penyelamat (rescuer) dari Exalos Indonesia Regional Klaten Ari Kuriman.

Mendapat laporan tersebut, Ari Kuriman langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Uniknya, karena laporan diterima saat ia baru saja tiba di tempat kerja, Ari tidak membawa perlengkapan khusus penanganan ular (snake hook/grab stick).

Namun, dengan pengalaman dan ketenangannya, ia berhasil mengamankan ular sepanjang kurang lebih 1 meter tersebut menggunakan teknik manual.

"Karena posisi sedang di tempat kerja dan tidak bawa alat, saya menggunakan teknik giring. Ular digiring perlahan menggunakan sapu supaya masuk ke dalam galon plastik yang ada di lokasi," ujar Ari.

Ular jenis sanca ini diduga berasal dari sungai yang cukup besar di belakang rumah Untung.

Meskipun termasuk kategori ular tidak berbisa, Ari mengingatkan warga bahwa sanca tetap memiliki risiko bahaya dari kekuatan lilitannya, terutama jika sudah tumbuh besar.

Setelah proses evakuasi yang singkat dan aman, Ari tidak langsung beranjak.

Ia memberikan edukasi singkat kepada warga sekitar mengenai langkah pencegahan ular masuk ke rumah. Salah satunya dengan menjaga kebersihan rumah agar tidak dimasuki ular.

"Pertolongan pertama dan prosedur yang benar jika terjadi kasus gigitan ular," tambahnya.

Rencananya, bayi piton tersebut akan dibawa untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alami yang jauh dari pemukiman warga. Guna menjaga keseimbangan ekosistem tanpa membahayakan manusia.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#ular sanca #evakuasi #Exalos Indonesia Regional Klaten #Prambanan Klaten