Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sempat Berteriak "Aku Ra Kuat", Lansia Tenggelam di Embung Krikilan Bayat Klaten saat Berenang Ambil Tikar yang Hanyut

Angga Purenda • Rabu, 25 Maret 2026 | 19:49 WIB

Proses evakuasi  korban tenggelam di Embung Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu (25/3/2026).
Proses evakuasi korban tenggelam di Embung Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu (25/3/2026).

RADARSOLO.COM- Peristiwa tragis menimpa seorang buruh harian lepas berinisial MR, 65, warga Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten.

Korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Krikilan saat berusaha mengambil tikar miliknya yang tertiup angin ke tengah embung, Rabu (25/3/2026) siang.

Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan, peristiwa bermula sekira pukul 13.00 WIB.

Saat itu, MR sedang menunggu tikar yang baru saja dicuci dan dijemur di pagar embung.

Tiba-tiba, salah satu tikar tertiup angin kencang hingga jatuh dan hanyut ke tengah perairan.

Melihat hal tersebut, korban spontan berenang ke tengah embung untuk mengambilnya.

Namun, saat mencapai jarak sekitar 10 meter dari pinggir, korban diduga mengalami kelelahan.

"Korban sempat berteriak minta tolong dan melambaikan tangan kepada warga lainnya di lokasi sambil berkata, 'Aku Ra Kuat' (aku tidak kuat)," ujar AKP Suwoto menyampaikan kronologi kejadian.

Seorang warga yang berada di lokasi kejadian sempat berusaha menolong dengan berenang dan menarik tangan korban.

Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan dan merasa tidak kuat menahan beban sehingga pegangan tangan terlepas.

Kemudian berenang kembali ke pinggir untuk mencari bantuan warga desa sementara korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Baca Juga: Arus Kendaraan Lewat Tol Solo-Jogja Mulai Melandai, Kunjungan Wisata di Klaten Masih Ramai

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR dan TRC BPBD Kabupaten Klaten segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Setelah melakukan penyisiran dan penyelaman selama beberapa jam, korban akhirnya berhasil ditemukan.

"Pada pukul 15.50 WIB, korban ditemukan oleh tim penyelam di titik yang sama saat warga berusaha menolongnya. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," lanjut AKP Suwoto.

Pihak Puskesmas Bayat yang dipimpin oleh dr. Hanifah Karim langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh MR.

Polisi menyimpulkan bahwa penyebab kematian murni karena tenggelam akibat kelelahan saat berenang.

Pihak keluarga korban pun menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah melampirkan surat pernyataan resmi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar embung atau perairan.

“Terutama bagi warga yang sudah berusia lanjut, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang,” ucapnya.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#orang tenggelam #tenggelam #lansia tenggelam #klaten #embung krikilan #Kecamatan Bayat #polres klaten #desa krikilan