Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Empat Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Klaten Terapkan Sistem Sweeping Vaksinasi ke Rumah Warga

Angga Purenda • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:41 WIB
Pelaksanaan vaksinasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Pelaksanaan vaksinasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM–Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggulirkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi campak secara massal dan bertahap.

Langkah taktis yang menyasar 53 ribu balita ini diambil sebagai respons cepat menyusul temuan empat kasus campak di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto membeberkan, dari total empat kasus campak yang terdeteksi, dua di antaranya ditemukan di satu wilayah yang sama, yakni di Kecamatan Prambanan. Sementara dua kasus lainnya tersebar di kecamatan yang berbeda.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Persis Solo, Muhammad Riyandi Sudah Ikut Berlatih Usai Insiden Mengerikan

"Karena ada dua kasus yang terdeteksi di satu wilayah yang sama, secara medis kondisi ini sudah menunjukkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah tindak lanjut utamanya adalah menggelar ORI yang dilakukan secara terjadwal di masing-masing fasilitas layanan kesehatan," terang Anggit, Jumat (27/3/2026).

Program vaksinasi ini menargetkan anak-anak usia 9 hingga 59 bulan.

Anggit menjelaskan, meski berstatus KLB, pelaksanaan vaksinasi campak tidak dilakukan secara serentak layaknya penanganan polio beberapa waktu lalu.

Melainkan mengalir secara bertahap namun dipastikan menyeluruh.

Dinkes Klaten menargetkan seluruh sasaran dapat tersisir dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Sekaligus menekankan pentingnya kesadaran dan dukungan masyarakat.

Baca Juga: Kronologi Terungkapnya Asusila Anak Bawah Umur di Kismantoro Wonogiri: Tepergok Orang Tua, si Anak Wanita Dibawa Kabur ke Pacitan

Pasalnya, kasus-kasus campak yang ditemukan rata-rata memiliki latar belakang riwayat imunisasi yang tidak lengkap, atau bahkan tidak pernah divaksin sama sekali.

"Vaksin ini sangat aman, kami ambil langsung distribusinya dari provinsi. Harapannya, herd immunity (kekebalan kelompok) bisa kembali terbentuk sehingga kasus campak yang sempat nihil selama beberapa tahun di Klaten tidak muncul lagi," tegasnya.

Di tingkat lapangan, petugas kesehatan menerapkan prosedur yang sangat teliti. Bidan Desa Ngering dari Puskesmas Jogonalan 1, Exga Deztia, menjelaskan beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan:

Baca Juga: Sarat Makna Ngaku Lepat, Kirab Bakdo Kupat di Delanggu Klaten Perkuat Kerukunan Warga Agraris

Langkah antisipatif Dinkes ini disambut baik oleh masyarakat, meski rasa waswas sempat menyelimuti. 

Nita (30), warga Desa Ngering, mengaku langsung bergegas membawa putrinya yang berusia 3 tahun 3 bulan, ke lokasi vaksinasi setelah mendengar kabar penyebaran campak tersebut.

"Sempat khawatir karena beritanya campak ini sangat cepat menular ke anak-anak. Makanya hari ini saya langsung bawa anak saya untuk ikut suntik ORI. Harapannya supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat dan tidak gampang terserang penyakit," syukurnya usai mendampingi sang putri. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#vaksinasi campak #prambanan #campak-rubela #Dinkes Klaten