Proses evakuasi terhadap remaja yang ditemukan meninggal di dalam mobil di tepi Jalan Solo-Jogja, Ceper, Klaten. (Dokumentasi Polsek Ceper)RADARSOLO.COM - Warga dan pengendara di sekitar Jalan Raya Solo-Jogja dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah remaja di dalam sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan.
Remaja pria berinisial HD (18) asal Pamekasan, Jawa Timur ditemukan tak bernyawa di kawasan Karangwuni, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (1/4/2026).
Hilang Kontak dan Kronologi Penemuan
Kapolsek Ceper AKP Nahrowi mengonfirmasi adanya peristiwa memilukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarganya sendiri yang tengah melakukan pencarian lantaran korban mendadak hilang kontak.
Baca Juga: Terjun Bebas! Angka Kunjungan Pantai Sembukan hingga Museum Karst Wonogiri Anjlok 50 Persen
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, berikut adalah runtutan kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia:
-
Pukul 06.30: Korban berangkat dari arah Solo dan sempat mampir ke rumah saudara. Tujuannya hari itu adalah menuju Yogyakarta untuk melakukan servis mobil.
-
Pukul 09.00: Korban menepikan mobilnya di kawasan Karangwuni. Lantaran tidak kunjung ada kabar, pihak keluarga merasa khawatir dan berinisiatif melakukan penyisiran jalan dari arah Solo hingga ke Jogja.
-
Pukul 13.00: Pihak keluarga akhirnya menemukan mobil korban terparkir di pinggir jalan raya. Saat pintu mobil diperiksa, HD ditemukan seorang diri di kursi pengemudi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Keluhan Sakit Perut dan Tanpa Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan estimasi tim medis di lokasi kejadian, korban diduga sudah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan oleh keluarganya, atau diperkirakan pada pukul 11.00.
Terkait penyebab kematiannya, AKP Nahrowi menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama Tim Inafis Polres Klaten yang diterjunkan ke lokasi tidak menemukan adanya kejanggalan.
Baca Juga: Warga Ngrampal Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai Bengawan Solo, Polisi Lakukan Penyelidikan
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan dari sang ibu, dalam beberapa hari terakhir korban memang mengeluh sakit di bagian perut sebelah kiri. Namun, yang bersangkutan belum sempat memeriksakan kondisinya ke dokter," jelas Kapolsek.
Keluarga Menolak Autopsi
Saat ini, seluruh proses evakuasi jenazah beserta kendaraannya dari lokasi kejadian telah selesai dilakukan oleh petugas. Pihak keluarga korban juga telah membuat pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa mereka ikhlas menerima kejadian nahas tersebut sebagai murni musibah.
"Pihak keluarga sudah menerima karena memang tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah kemudian langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk proses pemakaman," tutup Nahrowi. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono