Olahan ikan nila yang dipesan wisatawan saat berkunjung di Umbul Kemanten, Desa Sidowayah,Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)RADARSOLO.COM - Kabupaten Klaten ternyata menyimpan daya tarik kuliner yang luar biasa selama musim libur Lebaran 1447 Hijriah. Olahan ikan nila menjadi menu paling diburu wisatawan, bahkan mendominasi hampir separuh dari total pesanan kuliner di sejumlah destinasi wisata air.
Seperti di Umbul Kemanten, Desa Sidowayah, Polanharjo yang menempati peringkat keempat destinasi paling populer di Klaten dengan 30.328 wisatawan, menu ikan nila menjadi primadona utama.
Wisatawan tidak hanya datang untuk berenang di air yang jernih. Tetapi juga untuk menikmati sensasi makan bersama keluarga di area terbuka.
Koordinator Lapangan (Korlap) Umbul Kemanten Alwan Nugroho mengungkapkan bahwa selama periode Lebaran 2026, permintaan olahan ikan nila, baik goreng maupun bakar, melonjak tajam.
"Dari seluruh menu yang dipesan wisatawan saat Lebaran kemarin, kurang lebih 40 hingga 50 persen pesannya ikan nila. Kalau dihitung porsi, dalam sehari saat peak season bisa mencapai 500 sampai 600 porsi," ujar Alwan saat ditemui radarsolo.com pada Jumat (3/4/2026)
Menurut Alwan, pemilihan menu nila oleh wisatawan bukan tanpa alasan. Lokasi Umbul Kemanten yang berdekatan dengan kawasan Janti sebagai pusat budidaya ikan nila menjadikan bahan baku selalu segar.
Selain itu, para pemudik yang ingin menjamu keluarga besar di Klaten turut berpengaruh. Menurutnya, Klaten tidak hanya khas dengan kuliner sotonya saja tetapi juga olahan ikan nila.
"Keluarga jauh kalau datang tidak mungkin cuma disuguhi soto, meskipun itu khas Klaten. Mereka pasti mencari menu yang bisa dimakan bersama-sama secara besar, dan pilihan favoritnya jatuh pada nila," tambahnya.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada omzet kuliner khususnya olahan ikan nila ini juga dipicu oleh aksesibilitas yang semakin mudah. Lokasi wisata di Klaten kini diapit oleh dua kota besar, Solo dan Yogyakarta, serta didukung oleh keberadaan exit tol Polanharjo.
Baca Juga: PNM Peduli: Memperkuat Akses Air Bersih untuk Mendukung Kesehatan dan Kualitas Hidup Warga Pacitan
"Faktor aksesibilitas sangat mendasari. Kita dekat exit tol, ditambah daya tarik utama kita adalah air yang disukai semua usia, dari anak-anak sampai tua," tutup Alwan Nugroho.
Tren serupa juga terlihat di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Sebagai destinasi peringkat kedua terbanyak dikunjungi di Klaten, Rowo Jombor menawarkan cara unik menikmati olahan ikan nila, yaitu menyantapnya di atas perahu wisata sambil berkeliling waduk seluas 180 hektare.
Ketua Paguyuban Perahu Tradisional Rowo Jombor Sutomo menjelaskan bahwa wisatawan kini lebih meminati perahu berukuran besar yang lebih nyaman. Begitu juga dihiasi dengan berbagai inovasi dan fasilitas yang memadai.
“Aktivitas wisatawan selama di atas perahu wisata bisa karaoke sehingga kami siapkan sound system. Termasuk perahu kami juga didesain untuk wisatawan bisa menikmati kuliner berbagai olahan ikan. Jadi cocok untuk berbagai acara,” ujar Sutomo.
Lebih lanjut, Sutomo mengungkapkan pengunjung Rowo Jombor saat ini banyak yang dari luar kota. Bahkan luar Jawa seperti Sumatera dan Banten.
“Mereka sangat takjub dengan keindahan Rowo Jombor, terutama saat sore hari. Menikmati olahan ikan di atas perahu tradisional yang unik menjadi kesan tersendiri bagi mereka," tambah Sutomo. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono