Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kondisi Bangunan Kritis, Disdik Klaten Ajukan Permohonan Rehab Mendesak Bangunan SDN 2 Sribit Delanggu ke Kemendikdasmen

Angga Purenda • Minggu, 5 April 2026 | 17:25 WIB
Ruang perpustakaan SDN 2 Sribit, Delanggu, Klaten ikut terdampak ambruknya atap ruangan kelas 2 sekolah setempat. (Angga Purenda/Radar Solo)Ruang perpustakaan SDN 2 Sribit, Delanggu, Klaten ikut terdampak ambruknya atap ruangan kelas 2 sekolah setempat. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM– Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten bergerak cepat merespons musibah robohnya atap bangunan ruangan kelas 2 di SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Kamis (2/4/2026).

Yakni melayangkan surat permohonan bantuan rehab ruang kelas kepada Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta.

Melalui surat permohonan bernomor sifat segera tersebut, Disdik Klaten melampirkan berita acara kerusakan gedung sebagai pertimbangan.

Baca Juga: Mengintip Geliat Solo Diecast Photography yang Ubah Mainan Jadi Karya Seni

Pemkab berharap pengecekan lapangan dan realisasi bantuan rehabilitasi dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Langkah itu diambil menyusul insiden ambrolnya atap ruang kelas 2 pada Kamis (2/4/2026) siang sekitar pukul 12.20. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan tersebut membuat fasilitas belajar-mengajar tidak dapat digunakan demi keamanan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan dokumen permohonan agar perbaikan dapat segera diprioritaskan oleh pemerintah pusat.

"Sudah kami buat permohonan khusus ke Direktorat Kemendikdasmen. Minggu depan semoga sudah bisa divisitasi (ditinjau) ke lokasi," ujar Titin saat memberikan keterangan, Jumat (3/4/2026)

Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, pihak sekolah bersama Disdik Klaten telah menyusun skema pengaturan ruang kelas sementara.

Titin menjelaskan bahwa pada Sabtu pasca-kejadian, siswa kelas 1 dan 2 yang ruangannya terdampak tetap bisa melaksanakan pembelajaran.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Relawan Laskar Gibran: Jangan Bikin Gaduh di Tengah Krisis Global

Pihak sekolah telah menerapkan kelas paralel dengan memanfaatkan ruangan yang aman untuk KBM para siswa.

Seperti diketahui dari total tujuh ruangan di SD Negeri 2 Sribit terdapat tiga ruangan yang terdampak dengan ambruknya atap tersebut. Yakni ruang kelas 1, kelas 2 dan perpustakaan.

“Para siswa tetap bisa masuk sekolah dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih aman melalui sistem pergeseran kelas. Mulai dari menggunakan ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: PLTSa Putri Cempo Dijatuhi Sanksi KLH, Pemkot Warning Operator Segera Berbenah

Titin pun berharap agar rehab bisa segera dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan sarana pendidik di SDN 2 Sribit kembali pulih.

Walaupun saat ini harus berbagi ruangan tetapi siswa tetap bisa mendapatkan hak belajarnya secara tatap muka.

Sebelumnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melakukan pengecekan SDN 2 Sribit beberapa waktu lalu mengungkapkan membenarkan jika pemkab melalui disdik telah berkirim surat Kemendikdasmen. Tetapi jika proses di pusat memakan waktu lama, Pemkab siap menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sdn 2 sribit delanggu #perbaikan gedung sekolah #atap kelas roboh #bangunan rusak #kemendikdasmen