Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siswa dan Guru SMPN 1 Kalikotes Diduga Keracunan, Layanan MBG Minta Dihentikan Sementara Selama 2 Minggu

Angga Purenda • Minggu, 12 April 2026 | 09:00 WIB
Suasana lingkungan SMP Negeri 1 Kalikotes usai rentetan temuan menu MBG yang tidak layak konsumsi. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Suasana lingkungan SMP Negeri 1 Kalikotes usai rentetan temuan menu MBG yang tidak layak konsumsi. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kalikotes, Klaten, terpaksa dihentikan sementara mulai Jumat (10/4/2026).

Permintaan sekolah itu diambil menyusul rentetan temuan menu yang tidak layak konsumsi hingga mengakibatkan puluhan siswa dan guru mengalami gejala keracunan makanan.

Kepala SMPN 1 Kalikotes Anik Ariastuti, mengungkapkan bahwa ketidaklayakan menu yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Satya Haprabu Kalikotes sebenarnya sudah mulai muncul sejak Kamis (2/4/2026).

Saat itu, pihak sekolah menemukan sayur wortel berlendir dan lele goreng yang belum matang.

Baca Juga: Kembalikan Fungsi Trotoar Jatinom, Satpol PP Klaten Tegaskan PKL Hanya Boleh Jualan Mulai Jam 15.00

"Kami sudah melaporkan ke Kepala Dapur yakni Alwan dan dijanjikan perbaikan. Namun, kondisi justru memburuk pada hari-hari berikutnya," ujar Anik dalam keterangan tertulisnya yang diterima radarsolo.com pada Sabtu (11/4/2026)

Kondisi kian mengkhawatirkan pada Selasa (7/4/2026). Anik membeberkan temuan yang sangat tidak higienis, mulai dari daging ayam yang bau amis dan mentah. Bahkan ditemukan belatung dan bulu yang masih menempel.

Tak hanya itu, dalam salah satu wadah makanan (ompreng), ditemukan lalat hijau. Imbasnya, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala sakit.

"Ada 6 anak yang langsung muntah-muntah setelah makan. Karena kondisi itu, kami menolak kiriman MBG sesi kedua untuk 131 siswa lainnya," lanjut Anik.

Rentetan temuan berlanjut pada Rabu (8/4/2026) dengan ditemukannya siput pada selada air.

Pihak sekolah kemudian melakukan survei melalui form review dan grup WhatsApp (WA).

Hasilnya mengejutkan, sebanyak 31 siswa dan dua guru melaporkan gejala diare, pusing, mual, hingga muntah. Salah satu guru, Rika Indrawati, bahkan harus menjalani observasi medis dan terindikasi mengalami keracunan.

Lantas dari hasil tracing berkembang total menjadi 81 siswa dan guru yang diduga keracunan usai menyantap menu MBG tersebut.

Merespons kondisi tersebut, pihak sekolah menggelar pertemuan dengan SPPG Satya Haprabu dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 01 Kota pada Kamis (9/4/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung transparan tersebut, disepakati bahwa pelayanan MBG di SMPN 1 Kalikotes dihentikan sementara selama dua minggu.

"Keputusan ini diambil untuk menghindari trauma mendalam bagi siswa dan guru saat membuka ompreng makanan. Kami ingin memastikan ada evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas Anik.

Salah satu siswa kelas VII SMPN 1 Kalikotes Rava menceritakan pengalaman pahitnya saat mengonsumsi menu ayam dan jamur pada hari Selasa (7/4/2026). Ia mengaku mengalami pusing dan muntah selama dua hari.

"Ayamnya bau, jamurnya masih mentah dan hambar tidak ada rasanya. Pusingnya terasa sampai di rumah," tutur Rava.

Ia berharap ke depannya menu MBG yang diberikan benar-benar matang. Terlebih lagi tidak berbau dan memiliki cita rasa yang layak.

beberapa sampel makanan telah dibawa oleh pihak Danramil dan Babinsa sebagai barang bukti untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, pihak SPPG menyatakan menerima seluruh masukan dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas sanitasi serta pengolahan menu di dapur mereka.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#SMP Negeri 1 Kalikotes #klaten #Mbg #keracunan