Ikan nila hasil tangkapan pemacing. Ikan-ikan itu hanyut terbawa banjir ke area persawahan di Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)RADARSOLO.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonosari, Klaten, sejak Selasa (14/4/2026) mengakibatkan luapan air sungai irigasi yang merendam permukiman dan lahan pertanian.
Akibatnya, kolam pembesaran ikan nila di Desa Kingkang, jebol diterjang banjir pada dini hari. Ribuan ekor ikan nila yang satu bulan lagi siap untuk dipanen pun hanyut terbawa arus hingga ke area persawahan warga.
Pemilik kolam, Wahyu, 45, menuturkan bahwa air mulai naik pada Rabu (15/4/2026) sekira pukul 01.00.
Baca Juga: Banjir Di Sukoharjo Meluas, Satu Orang Meninggal, Ribuan Jiwa Mengungsi
Namun, puncak luapan sungai irigasi terjadi antara pukul 03.00-04.00. Debit air yang sangat besar membuat kolam berukuran meter miliknya terendam total hingga ikan-ikan di dalamnya keluar mengikuti arus.
"Dulu ini kolam pancingan, tapi sekarang saya pakai untuk pembesaran nila merah. Ada sekira 2.000 ekor bibit yang saya tebar. Padahal kurang satu bulan lagi mau panen," ujar Wahyu ditemui di lokasi, Rabu (15/4/2026).
Wahyu menjelaskan, ikan nila yang hanyut tersebut sudah masuk usia tiga bulan dengan prediksi hasil panen mencapai 2 kuintal.
Meski belum menghitung secara pasti total kerugian materiil, ia memperkirakan modal awal bibit dan pakan sudah mencapai jutaan rupiah.
"Modal bibitnya saja sekitar Rp600 ribu-Rp700 ribu. Belum pakannya, satu karung saja harganya Rp380 ribu, dan ini sudah habis empat karung. Sebenarnya sayang, tapi karena musibah mau bagaimana lagi," tambahnya.
Menariknya, alih-alih meratapi nasib, istri Wahyu justru mengunggah kondisi kolam yang banjir tersebut melalui status media sosial.
Kabar mengenai lepasnya ribuan ikan nila tersebut pun menyebar cepat dari mulut ke mulut dan grup WhatsApp (WA) para penghobi mancing.
Dalam sekejap, area persawahan yang masih terendam banjir tersebut dipenuhi puluhan pemancing.
Mereka datang membawa joran, pelet, lumut, hingga cacing untuk berburu ikan yang tersebar di sawah.
Meski mengalami kerugian, Wahyu mengaku ikhlas melihat lahan di sekitar rumahnya kini ramai oleh pemancing.
Sebagai sesama penghobi mancing, ia menganggap kejadian ini sebagai hiburan bagi warga dan teman-temannya.
Baca Juga: Pemilihan Pengurus KUD Musuk Boyolali Berlangsung Alot, Penetapan Ketua Baru Terganjal
"Ya daripada ikannya hilang tak berbekas, mending buat hiburan teman-teman pemancing. Saya sendiri juga hobi mancing, jadi silakan saja kalau mau dicari di sawah," ujar Wahyu.
Salah satu pemancing, Mito, 37, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Banaran, Sukoharjo, setelah melihat unggahan di media sosial.
"Dapat kabar dari story teman, katanya ikan di kolam Pak Wahyu lepas ke sawah semua. Saya langsung persiapan bawa lumut sama cacing dari rumah. Ini ikannya masih di lingkup sawah sini, belum masuk ke sungai besar, jadi masih banyak yang dapat," kata Mito.
Menurut Mito, ikan-ikan yang berhasil ditangkap rata-rata berukuran tiga jari, yang menurutnya sudah sangat layak untuk dikonsumsi. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono