Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kemenag Klaten Dorong 68 Pesantren Mandiri Ekonomi Lewat Tata Kelola Sampah Modern

Angga Purenda • Kamis, 16 April 2026 | 15:30 WIB
Rapat koordinasi penguatan kemandirian ekonomi yang diikuti 68 perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Klaten di salah satu resto di Klaten, Rabu (15/4/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Rapat koordinasi penguatan kemandirian ekonomi yang diikuti 68 perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Klaten di salah satu resto di Klaten, Rabu (15/4/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten meluncurkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi di lingkungan pondok pesantren (ponpes) dengan memanfaatkan tata kelola sampah yang ramah lingkungan.

Melalui optimalisasi limbah, pesantren diarahkan untuk memiliki sumber pendapatan baru yang mandiri sekaligus menjadi garda terdepan dalam pelestarian ekosistem lokal di Kabupaten Klaten.

Sampah sebagai Sumber Keberkahan Finansial

Gagasan inovatif ini direalisasikan melalui rapat koordinasi penguatan kemandirian ekonomi yang melibatkan 68 perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Klaten, Rabu (15/4/2026). 

Baca Juga: Gugat Aturan Perjanjian Internasional ke MK, MAKI dan LP3HI Persoalkan Keikutsertaan RI di Dewan Perdamaian Dunia

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Klaten Khumaidin menegaskan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kesalehan sosial.

"Inisiatif ramah lingkungan tersebut diharapkan mampu menciptakan unit usaha pesantren yang tidak hanya menguntungkan secara finansial. Tetapi juga membawa keberkahan bagi alam sekitar," ujar Khumaidin dalam arahannya di hadapan para pengasuh ponpes.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Klaten Mufidatun Khoiriyah menambahkan, fokus penguatan ekonomi kali ini sengaja menitikberatkan pada pemanfaatan limbah.

Dengan pendampingan yang tepat, pesantren diharapkan mampu mengubah beban lingkungan menjadi aset ekonomi yang berharga untuk menopang kebutuhan internal lembaga.

"Pemerintah ingin memastikan pesantren mendapatkan penguatan ekonomi yang lebih baik melalui berbagai cara. Salah satunya bisa didapatkan dengan pengelolaan sampah. Sehingga, dengan pengelolaan yang benar, sampah bisa menjadi berkah," ucap Mufidatun menjelaskan visi program tersebut.

Penerapan Ekonomi Sirkular 3R

Untuk memberikan panduan konkret bagi para pengelola pesantren, Kemenag Klaten menghadirkan ahli dari PERSADA Yogyakarta, Widi Andayani.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Robohnya Bangunan Balai Dusun Pendem Wonogiri yang Sebabkan 1 Warga Tewas, dan 4 lainnya Luka-luka

Dalam paparannya, Widi menekankan bahwa kebersihan lingkungan hanyalah manfaat awal yang terlihat secara fisik. Tujuan jangka panjang yang lebih krusial adalah terciptanya kemandirian finansial melalui skema ekonomi sirkular dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Widi mendorong setiap pesantren untuk mulai memilah dan mendaur ulang limbah yang dihasilkan setiap harinya menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual di pasar.

Skema ini dinilai sangat efektif untuk menopang biaya operasional pesantren secara swadaya tanpa harus selalu bergantung pada bantuan luar.

"Skema ekonomi sirkular dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia dilakukan dengan mengurangi produksi sampah. Kemudian menggunakan kembali barang yang masih layak serta mendaur ulang limbah menjadi produk bernilai guna," jelas Widi saat memaparkan materi teknis pengelolaan limbah.

Baca Juga: Sulap Lahan Tidur Jadi "Sekolah Tani", Perusahaan Garmen ini Siapkan Masa Depan Buruh Jelang Pensiun

Melalui program koordinasi ini, Kemenag Klaten berharap seluruh pesantren di wilayahnya dapat segera mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah tersebut.

Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan hidup di Klaten, tetapi juga melahirkan sektor ekonomi baru yang memperkuat daya tahan ekonomi lembaga pendidikan Islam di masa depan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#mandiri ekonomi #tata kelola sampah modern #ponpes #kemenag klaten