RADARSOLO.COM - Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah rupanya tidak menyurutkan niat masyarakat Kabupaten Klaten untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Klaten mencatat adanya tren peningkatan jumlah pendaftar maupun warga yang berkonsultasi mengenai haji tepat setelah Idulfitri 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Klaten Faizatul Umma mengungkapkan, suasana di kantor pelayanan haji justru semakin ramai setelah libur lebaran.
Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif mengenai kondisi ekonomi masyarakat di wilayah Klaten.
Baca Juga: Mencari "Dava" Baru dari Bumi Sukowati, Askab PSSI Sragen Gelar Piala U-11
"Yang kami rasakan, terutama setelah Idulfitri itu, justru yang mendaftar semakin banyak. Mudah-mudahan ini juga menjadi indikasi bahwa ekonomi masyarakat kita bagus," ujar Faizatul saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, antusiasme tersebut terlihat dari tetap adanya petugas yang memberikan pelayanan secara langsung di tengah kebijakan kerja fleksibel dari pemerintah. Demi melayani warga yang datang untuk mendaftar.
Secara statistik, Faizatul menjelaskan bahwa jumlah pendaftar setiap bulannya memang bersifat fluktuatif. Namun, angka rata-rata pendaftar 150-170 orang per bulan telah mendatangi kantornya.
Meski tidak semua warga yang datang langsung melakukan setoran awal haji, banyak dari mereka yang proaktif mencari informasi. Terutama terkait teknis pendaftaran dan prosedur terkini.
Menanggapi isu konflik di Timur Tengah yang tengah menjadi sorotan dunia, Faizatul menegaskan bahwa sejauh ini hal tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap minat warga Klaten untuk berhaji. Kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dinilai tetap kokoh.
Baca Juga: ASN yang Tidak WFH Bisa Bersepeda atau Naik Transportasi Umum untuk ke Kantor
"Artinya tidak terpengaruh dengan isu konflik yang ada di Timur Tengah maupun isu ekonomi. Respon masyarakat tetap sangat bagus," tegasnya.
Di sisi lain, meski masa tunggu mencapai lebih dari dua dekade, kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan diri sejak dini justru terlihat semakin menguat. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk perencanaan ibadah di masa depan.
“Berdasarkan data terkini, rata-rata masa tunggu keberangkatan haji untuk wilayah Kabupaten Klaten berada di angka 26 tahun,” tambahnya.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Boyolali Gencarkan Transformasi Keselamatan Berbasis Data
Seperti diketahui, terkait keberangkatan haji tahun ini, sebanyak 1.122 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Klaten dipastikan tetap akan diberangkatkan pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriah. Tetap sesuai jadwal semula, meski eskalasi konflik di Timur Tengah sempat menjadi perhatian.
Pemerintah memastikan rencana perjalanan haji tidak terpengaruh. Terlebih lagi persiapan di tingkat Kabupaten Klaten telah mencapai tahap akhir. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono