Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Boyolali Gencarkan Transformasi Keselamatan Berbasis Data


RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem keselamatan lalu lintas menyusul adanya pergeseran tren kecelakaan.
Meskipun angka fatalitas atau korban jiwa berhasil ditekan hingga 13,2 persen, frekuensi kecelakaan secara keseluruhan justru mengalami kenaikan sebesar 18,5 persen dalam setahun terakhir.
Kondisi ini memacu pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan preventif berbasis data yang lebih terintegrasi untuk periode 2025–2027.
Baca Juga: Wabup Karanganyar Ajak Masyarakat Getol Perangi Rokok Bodong
Evaluasi Pergeseran Karakter Risiko
Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, berdasarkan data periode 2024–2025, jumlah korban kecelakaan meningkat dari 2.039 menjadi 2.416 orang.
Meski angka kecelakaan mematikan menurun dari 129 menjadi 112 jiwa, tingginya angka korban luka-luka tetap menjadi beban sosial dan ekonomi yang serius bagi produktivitas masyarakat.
Penanganan ke depan pun tidak lagi hanya menyasar aspek penegakan hukum, melainkan perbaikan sistem secara menyeluruh.
“Ini bukan sekadar angka statistik. Artinya, upaya kita dalam menekan fatalitas mulai berhasil, tetapi pencegahan kecelakaan secara keseluruhan masih perlu diperkuat,” jelas Insan Adi Asmono saat memberikan keterangan pada Jumat (17/4/2026).
Analisis mendalam Dishub menunjukkan bahwa mayoritas titik rawan masih berada pada simpang jalan dan koridor utama yang memiliki volume kendaraan serta kecepatan tinggi.
Fokus utama rekayasa lalu lintas kini diarahkan pada titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian mendesak guna meminimalisir konflik kendaraan di lapangan.
“Simpang yang saat ini butuh penanganan khusus di antaranya Simpang Watu Telenan dan Simpang Kembang Jalan Baru Ampel,” tambah Insan.



