RADARSOLO.COM - Perjuangan pahlawan emansipasi dari sosok Raden Ajeng (R.A) Kartini di era modern saat ini belum usai. Maka itu Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten Fahrani Eka Wahyu Diana mengajak perempuan di Kota Bersinar untuk berani bersuara dan adaptif dengan kondisi yang ada.
Perkembangan zaman semakin pesat, Fahrani Eka mengakui, tantangan perempuan saat ini telah bergeser ke ranah digital dan perlindungan hak-hak perempuan di masyarakat.
"Kalau tidak ada Raden Ajeng Kartini, pasti perempuan di Indonesia tidak akan seperti sekarang. Beliau adalah sosok yang perlu dicontoh karena di usianya yang sangat muda, beliau tidak hidup untuk dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan kaum perempuan," ujar Fahrani kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Klaten, Jumat (17/4).
Fahrani menyoroti bahwa salah satu perjuangan Kartini Masa Kini adalah dalam ranah keluarga, khususnya pola asuh anak (parenting). Sebagai madrasah pertama bagi anak, seorang ibu dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Tantangan kita sekarang adalah bagaimana ibu berjuang agar anak-anak di era digitalisasi ini menggunakan gadget dengan bijak. Pola asuh tidak bisa lagi searah seperti zaman dulu. Kita harus banyak berdiskusi dengan anak, mendukung minat bakat mereka dan mengawasi tontonan serta pergaulannya," tutur istri dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tersebut.
Fahrani mengungkapkan, perempuan harus bisa menempatkan diri. Ini seperti kodrat perempuan, yakni melayani suami dan anak di rumah, dikarenakan juga sebagai tiang sebuah keluarga. Tapi perempuan juga harus bisa adaptif dengan keadaan di luar.
Menurutnya perempuan bisa berkarir di luar dan bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi ketika sudah menjadi seorang ibu maka hidupnya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga. Terlebih lagi diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Sebagai seorang manusia, ketika kita sudah berpulang bukan siapa yang kita yang diingat, tapi bagaimana kita bermanfaat. Termasuk bagaimana kita memperlakukan orang lain yang akan diingat oleh orang yang masih ada di dunia ini,” ujarnya.
Di sisi lain, meski kesempatan antara laki-laki dan perempuan kini dianggap setara dalam dunia kerja maupun politik, Fahrani mencatat masih adanya kendala kultural terkait manajemen waktu dan stigma sosial.
Namun, yang lebih mendesak bagi Fahrani adalah perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan. Hingga tahun ini, Fahrani menyayangkan masih adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Kabupaten Klaten.
"Kami mendorong perempuan untuk berani speak up. Jika ada kasus yang tidak nyaman, silakan lapor. Di Klaten sudah ada unit PPA di bawah dinsos dan P3APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) yang siap menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegasnya.
Baca Juga: Kenapa Hari Kartini 2026 Diperingati 21 April? Ini Sejarah dan Kisah Inspiratif R.A. Kartini
Fahrani juga memberikan pesan khusus di momen Hari Kartini bagi perempuan muda atau Generasi Z di Klaten, dia mengajak mereka untuk fokus mengembangkan diri dan melakukan kegiatan positif.
"Fokuslah untuk mengembangkan diri, karena yang bisa menyelamatkan diri kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Jangan lakukan hal yang membuat menyesal di kemudian hari," pungkasnya.
Jadi Motor Inovasi, Fokus dari Catin hingga Lansia
FAHRANI Eka Wahyu Diana telah mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten. Saat bersamaan juga menjadi Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD.
Melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, Fahrani berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Melalui inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia.
Dalam menjalankan tugasnya, Fahrani rutin terjun langsung ke lapangan untuk belanja masalah. Diskusi intensif dengan kepala daerah dan dinas terkait.
Hal itu dilakukan guna memastikan setiap program PKK, Bunda PAUD, maupun Dekranasda mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Fahrani menegaskan, 10 Program Pokok PKK bukan sekadar semboyan, tetapi sebagai mitra pemerintah. PKK Klaten diharapkan hadir untuk mengisi celah yang mungkin tidak terjangkau secara teknis oleh dinas. Apalagi memiliki kekuatan kader hingga tingkat Dasawisma.
"Kami memastikan kesehatan masyarakat sejak masa calon pengantin (Catin). Kami perhatikan gizinya agar tidak anemia, sehingga saat mengandung nanti bayinya sehat dan bebas stunting," jelas Fahrani saat diwawancarai Jawa Pos Radar Solo di Rumah Dinas Bupati Klaten, Jumat (17/4).
Lebih lanjut, fokus PKK tidak hanya berhenti pada hal tersebut. Di masa remaja, Fahrani menekankan pentingnya perlindungan anak dari bahaya narkoba dan fenomena klitih. Sementara untuk lansia, PKK aktif menggelar kegiatan positif seperti senam dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Klaten, Fahrani juga mendorong penerapan PAUD holistik integratif. Inovasi tersebut mengintegrasikan pendidikan dengan layanan kesehatan dan gizi. Satuan PAUD diarahkan bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memantau tumbuh kembang anak secara preventif.
Baca Juga: Wanita Bergerak 2026, Hotel Sahid Jaya Solo Gandeng NONA Runners Rayakan Semangat Kartini
Salah satu inovasi unggulannya adalah penguatan kelas parenting. Fahrani menyadari bahwa pendidikan di sekolah hanya berlangsung singkat, sementara sisa waktu anak dihabiskan bersama orang tua atau pengasuh.
"Penting sekali menyelaraskan pola asuh antara sekolah dan rumah. Melalui kelas parenting, kita memberikan bekal bagi orang tua agar rules yang diterapkan di sekolah tetap berlanjut di rumah," tuturnya.
Meski berlatar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi, Fahrani mampu mengadaptasi ilmunya untuk isu sosial. Lewat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dia menggandeng dinas terkait. Seperti Baznas Klaten hingga provinsi untuk memberikan pelatihan keterampilan seperti memasak, laundry, hingga catering bagi para kader.
Baca Juga: 30 Quotes Hari Kartini 2026 Paling Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Medsos
Di sisi lain, dia juga menggencarkan program ketahanan pangan mandiri. Fahrani mengajak masyarakat untuk mulai menanam kebutuhan pangan di lahan rumah sendiri.
"Contoh sederhana, ketika harga cabai naik, kalau kita sudah menanam sendiri di rumah, hati jadi tenang (ayem). Ini adalah bagian dari ketahanan pangan rumah tangga yang terus kami dorong," tambah Fahrani.
Ke depan, ketahanan pangan menjadi hal yang terus diperkuat, dengan mengajak seluruh kadernya melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Terlebih di tengah kondisi saat ini yang tidak menentu.
Termasuk pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan organik dan anorganik. Lalu fokus pada penurunan angka stunting di Klaten. Terutama untuk memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan untuk dipastikan nutrisinya melalui Posyandu.
“Kami perhatikan dan pantau gizinya. Ini agar mereka melahirkan anak-anak yang sehat dan bebas stunting,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang humanis dan adaptif, Fahrani berharap keberadaan organisasi yang dipimpinnya bisa memberikan manfaat bagi seluruh warga Klaten. Mulai dari menciptakan keluarga berdaya, anak-anak berakhlak, dan ekonomi yang kuat.
Aktif Sosialisasikan Parenting hingga Ketahanan Pangan
Sebagai istri dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Fahrani Eka Wahyu Diana merupakan motor penggerak berbagai program strategis di Kota Bersinar. Perempuan kelahiran 30 Maret 1992 ini mampu beradaptasi dengan amanah jabatan yang diterimanya. Bahkan bisa mengintegrasikan latar belakang akademiknya dengan aksi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Lulusan S1 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan peraih gelar Profesi Akuntan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat harus menjalankan tugas-tugasnya.
Seperti diketahui Fahrani memegang berbagai jabatan sekaligus. Mulai dari ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten, ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Klaten, ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klaten dan Bunda PAUD Kabupaten Klaten.
Pengalamannya mendampingi sang suami sejak masa menjabat di legislatif sebagai anggota dewan hingga Ketua DPRD Kabupaten Klaten telah menempanya menjadi sosok yang terbiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Dulu saat Mas Hamenang masih di legislatif, tugas kami mendengarkan keluhan rakyat untuk diteruskan ke eksekutif. Kini, ketika beliau menjabat sebagai bupati, peran kami adalah mendengar untuk memecahkan masalah tersebut di lingkungan pemerintahan. Jadi, tidak butuh banyak adaptasi," tutur Fahrani.
Fahrani melihat, tugas yang diembannya semua itu sebagai satu kesatuan yang terikat dalam 10 Program Pokok PKK. Baginya, PKK adalah payung besar yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.
"Semua jabatan seperti Bunda PAUD hingga Ketua Dekranasda itu masuk dalam program pokok PKK. Jadi, jika 10 program pokok tersebut dilaksanakan dengan baik, otomatis peran lainnya akan berjalan beriringan," jelas ibu yang memiliki dua putra ini.
Selama terjun ke lapangan, Fahrani kerap menjadi penyambung lidah masyarakat. Dia tidak segan menindaklanjuti langsung aduan warga. Mulai dari masalah bantuan sosial (Bansos), BPJS yang tidak aktif hingga anak putus sekolah. untuk diteruskan kepada dinas-dinas terkait agar segera dicarikan solusi.
Meski begitu, di tengah padatnya agenda pemerintahan, Fahrani tetap memprioritaskan perannya sebagai ibu bagi kedua buah hatinya yang masih berusia 7 dan 6 tahun. Dia menerapkan manajemen waktu yang disiplin agar tugas negara dan tugas rumah tangga tetap seimbang.
"Kami tidak bisa membagi waktu 24 jam secara matematis, tapi kami fokuskan. Jika hari kerja kami habiskan untuk kegiatan di luar, maka weekend (akhir pekan) adalah waktu penuh untuk anak-anak. Di usia mereka yang masih kecil, pendampingan dan kasih sayang adalah yang utama," ujarnya.
Sementara itu, komitmen Fahrani dalam menjalankan sebagai Ketua TP PKK hingga Bunda PAUD telah membuahkan hasil gemilang. Pada tahun 2025, dia memborong sederet penghargaan bergengsi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Beberapa di antaranya meliputi Penghargaan Wiyata Dharma Muda dalam Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. Begitu juga Juara 1 Bunda PAUD kategori Peningkatan Akses, Mutu, dan Advokasi tingkat Jawa Tengah. Termasuk menyabet penghargaan Bunda PAUD Peduli tingkat Jawa Tengah.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata inovasi dan kolaborasi yang dia bangun dalam memajukan kualitas pendidikan dan berbagai sektor lainnya pada anak. Terutama dengan Pemkab Klaten. (ren/nik)
Fahrani Eka Wahyu Diana, S.E, Ak
Tempat dan Tanggal Lahir: Klaten, 30 Maret 1992
Riwayat Pendidikan:
· S1 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
· Profesi Akuntan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
Nama Suami: Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom
Nama Anak: Arsyanendra Adyastha Hamenang Putra dan Birendra Nawasena Hamenang Putra
Jabatan Organisasi:
· Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten
· Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Klaten
· Ketua Dekranasda Kabupaten Klaten
· Bunda PAUD Kabupaten Klaten.
Prestasi:
· Penghargaan Wiyata Dharma Muda dalam Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025
· Penghargaan dalam Apresiasi Bunda PAUD dan Bunda PAUD Peduli Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025
1. Juara 2 Bunda PAUD Kabupaten/ Kota
2. Juara 1 Bunda PAUD Kab/ kota Kategori Peningkatan Akses
3. Juara 1 Bunda PAUD Kab/ Kota Kategori Peningkatan Mutu
4. Juara 1 Bunda PAUD Kab/ Kota Kategori Advokasi
5. Juara 3 Bunda PAUD Kab/ Kota Kategori Inovasi
6. Juara 3 Bunda PAUD Kab/ Kota Kategori Kolaborasi
7. Penghargaan Bunda PAUD Peduli
Editor : Niko auglandy