RADARSOLO.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorogaten, Klaten.
Langkah ini diambil menyusul para pelajar SMPN 1 Tulung mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/4/2026)
Koordinator Wilayah BGN Klaten Yoga Angga Pratama mengonfirmasi bahwa ada belasan pelajar SMPN 1 Tulung harus menjalani rawat inap.
Baca Juga: Sukoharjo Dijanjkan 50 Unit Pikap KDMP, Tapi Yang Datang Cuma Satu
Mereka dirawat di Puskesmas Majegan dan RS PKU Muhammadiyah Jatinom.
"Kami menerima laporan adanya kejadian menonjol di mana siswa mengalami mual, muntah, demam hingga diare. Dugaan sementara berasal dari menu MBG yang dikonsumsi pada Selasa (28/4/2026) kemarin," ujar Yoga, Kamis (30/4/2026).
Yoga menjelaskan bahwa menu yang disajikan pada hari Selasa (28/4) terdiri dari nasi, telur puyuh, tempe serta galantin jamur yang dimasak menggunakan kuah.
Gejala keracunan tersebut tidak muncul seketika, melainkan baru dirasakan para siswa setelah mereka pulang.
Untuk memastikan penyebab pasti, sampel makanan yang telah disimpan oleh pihak SPPG sudah diambil oleh pihak Puskesmas untuk diuji di laboratorium.
"Dugaan sementara (penyebab gejala keracunan) dari menu (MBG), tapi apakah karena bakteri atau bahan kimia tertentu, kami masih menunggu hasil laboratorium dalam beberapa hari ke depan. Sampel memang selalu kami simpan hingga tiga hari sebagai antisipasi jika ada kejadian menonjol seperti ini," urainya.
Baca Juga: Sempat Deadlock, Kades Jemowo Terpilih Jadi Ketua KUD Musuk Boyolali
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan upaya pencegahan, BGN memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas produksi di SPPG Sorogaten mulai Kamis (30/4/2026) hingga tiga hari ke depan. Sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari pusat.
Dampaknya, sebanyak 1.524 siswa dan 141 guru dari 16 sekolah yang selama ini diampu oleh SPPG Sorogaten tidak menerima distribusi MBG untuk sementara waktu.
"Kami putuskan untuk berhenti operasional per hari ini. Jadi tidak ada pengiriman dahulu sampai ada keputusan dari Badan Gizi Nasional," tegas Yoga.
Terkait kejadian tersebut, Yoga meminta para penerima manfaat, baik siswa maupun guru, untuk lebih waspada. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat jika ditemukan kejanggalan pada makanan yang diterima.
Baca Juga: Truk Angkut Jagung Terguling di Barat Jurang Gempal, Tutup Badan Jalan
"Apabila menerima menu MBG yang sekiranya sudah basi, tolong jangan dimakan dan segera lapor ke PIC sekolah atau PIC SPPG. Jika mengalami gejala mual setelah makan, segera lapor ke guru agar mendapatkan penanganan medis secepatnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tulung Woro Indriyo mengungkapkan, dugaan keracunan usai santap menu MBG menjadi pembelajaran pihak sekolah.
Harapannya jangan sampai terulang kembali.
“Yang penting saling mengingatkan, untuk kebaikan para siswa. Pesan bagi para siswa, untuk lebih kritis dan jeli. Apabila menunya sudah tercium bau tidak nyaman, lebih baik tidak dikonsumsi. Lebih selektif,” ujar Woro.
Ia memastikan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah kembali normal di SMPN 1 Tulung pada Kamis (30/4/2026). (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono