Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dinkes Sebut 584 Murid dan Guru di Tulung Klaten Terdampak Keracunan Diduga Akibat Konsumsi Menu MBG

Angga Purenda • Kamis, 30 April 2026 | 17:11 WIB
Puskesmas Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten menjadi salah satu lokasi rawat inap para murid SMPN 1 Tulung yang diduga keracunan menu MBG. (Angga Purenda/Radar Solo)
Puskesmas Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten menjadi salah satu lokasi rawat inap para murid SMPN 1 Tulung yang diduga keracunan menu MBG. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten terus memperbarui data terkait kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru pasca menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tulung.

Mereka mendapatkan menu MBG dari penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorogaten, Kecamatan Tulung.

Hingga Kamis (30/4/2026) sore, tercatat sebanyak 584 guru dan murid melaporkan mengalami gejala keracunan seperi mual, muntah dan diare.

Baca Juga: Viral Video Semburan Asap Misterius di Pinggir Sungai, BPBD Wonogiri Ungkap Fakta Sebenarnya

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengungkapkan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari laporan yang masuk melalui sistem pendataan mandiri maupun laporan langsung ke fasilitas kesehatan (faskes).

"Ada 584 orang yang bergejala, baik itu kategori ringan maupun sedang. Ada yang sempat datang ke faskes, ada pula yang bergejala namun memilih beristirahat di rumah," ujar Anggit saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).

Mengenai kondisi korban yang memerlukan penanganan intensif, Anggit menjelaskan, terdapat belasan pasien yang menjalani rawat inap di sejumlah tempat.

Dari data yang dihimpun, 12 orang dirawat di wilayah Majegan, sementara lima siswa lainnya tersebar di faskes lain, termasuk di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom.

"Total yang dirawat inap ada 17 orang. Untuk di Puskesmas Majegan ada 12 siswa, lalu ada yang di PKU juga masih dirawat. Kemarin sempat ada tambahan satu pasien lagi, namun hari ini sudah ada empat orang yang diperbolehkan pulang," tambahnya.

Selain di wilayah Klaten, Dinkes juga tengah menelusuri informasi mengenai adanya dua orang diduga keracunan usai santap MBG yang dirawat di wilayah Boyolali.

Baca Juga: Gak Usah Kaget, Ini Daftar Lengkap Pemain Yang Dipanggil TC Timnas Jelang Piala AFF: Borneo FC, Persis Solo, Persija Jakarta, dan Persib Bandung Kirim Wakil

Pihaknya mengaku perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan otoritas kesehatan setempat untuk memastikan kondisi mereka.

Anggit meluruskan bahwa dampak keracunan ini tidak hanya menimpa satu sekolah, meski mayoritas korban berasal dari salah satu SMP Negeri di Tulung.

Pasokan makanan dari penyedia yang sama ternyata juga dikonsumsi oleh siswa dari tingkat pendidikan lain.

"Total yang mengonsumsi olahan dari SPPG tersebut sebanyak 970 orang. Dari jumlah itu, 584 di antaranya menunjukkan gejala. Tapi itu jumlah total, kami belum detail, apakah itu hanya SMP (SMP Negeri 1 Tulung) atau ada sekolah lainnya,” ujar Anggit.

Baca Juga: Sidak Komisi II DPRD Solo Temukan Tiga Hiburan Malam Ilegal, Nekat Beroperasi Tanpa Izin

Terkait pemantauan kondisi korban yang saat ini menjalani pemulihan di rumah, Dinkes Klaten mengoptimalkan peran tenaga kesehatan di tingkat desa.

Meskipun belum ada rencana untuk kunjungan rumah (door-to-door) secara masif dari tingkat kabupaten, pengawasan tetap dilakukan secara berjenjang.

"Kami mengoptimalkan pembinaan desa. Para petugas di desa akan melaporkan kondisi warga atau siswa secara rutin. Komunikasi terus berjalan untuk memastikan mereka yang bergejala segera membaik kondisinya," ujar Anggit.

Pihak Dinkes mengimbau bagi siapa pun yang masih merasakan keluhan kesehatan pasca-mengonsumsi menu tersebut agar segera melaporkan diri ke Puskesmas terdekat. Guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#smpn 1 tulung klaten #dampak keracunan mbg di tulung klaten #keracunan mbg #Dinkes Klaten