Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menelusuri Jejak Sejarah dan Tradisi Masyarakat Agraris, Lewat Walking Tour di Delanggu Klaten

Angga Purenda • Jumat, 1 Mei 2026 | 17:35 WIB
Wisatawan saat mengikuti paket wisata dalam walking tour di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten. (Dokumentasi Sanggar Rojolele)
Wisatawan saat mengikuti paket wisata dalam walking tour di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten. (Dokumentasi Sanggar Rojolele)

RADARSOLO.COM - Selama ini, Delanggu, Klaten identik sebagai lumbung beras Rojolele.

Kini, wilayah setempat mulai bersolek menampilkan wajah baru.

Melalui inisiasi Sanggar Rojolele, menghadirkan paket wisata walking tour bagi yang memiliki minat khusus pada sejarah dan tradisi masyarakat agraris Delanggu.

Tak hanya diajak berkunjung living museum Omah Rojolele saja. Tetapi juga menawarkan petualangan sejarah dan edukasi yang mendalam dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Misteri Persalinan "Selasa Kliwon" di Bekas RSUD Banyudono Boyolali yang Masih Mengakar

Kehadiran paket wisata walking tour dirancang untuk mengangkat potensi sejarah, kekayaan alam pertanian hingga seni budaya yang ada di Delanggu.

Tahun ini, setidaknya sudah tiga kali pelaksanaan.

Pendiri Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto mengungkapkan, minat masyarakat terhadap wisata sejarah di Klaten saat ini sedang tumbuh pesat.

"Hari-hari ini minat pemburu wisata sejarah, utamanya di Klaten, sangat tinggi. Di Delanggu sendiri kami mengemas potensi yang ada menjadi paket wisata berbasis pengalaman," ujar Eksan saat ditemui radarsolo.jawapos.com beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya, Sanggar Rojolele menggandeng Experience Trip ID, sebuah startup komunitas perjalanan yang berfokus pada wisata minat khusus.

Baca Juga: Bawaslu Wonogiri Setor Rp136 Juta ke Kas Negara, Sisa Kasus Mantan Ketua PPK Kota

Selain sejarah alat tani, wisatawan juga diajak mengenal kembali kejayaan beras Rojolele yang telah berhasil ditanam kembali oleh para petani setempat sejak 2020.

Lebih dari sekadar rekreasi, walking tour yang digelar Sanggar Rojolele juga membawa misi pembentukan karakter.

Terutama bagi peserta anak-anak dengan melihat langsung proses pertanian di Delanggu. Hal itu membuat mereka diajak untuk lebih menghargai makanan.

Eksan mencontohkan bagaimana anak-anak menjadi lebih menghargai sebutir nasi setelah memahami perjuangan ekstra petani. 

"Proses olah lahan hingga menjadi nasi itu butuh waktu empat bulan dengan banyak cobaan seperti hama. Kami memantik mereka untuk lebih menghargai nasi yang mereka makan karena tahu proses panjang di baliknya," jelas Eksan.

Baca Juga: Rider Asal Boyolali Tembus 10 Besar All Japan Road Race Championship, Wahyu Nugroho Terus Improve Asah Skill di Event Bergengsi Selanjutnya

Di sisi lain, wisatawan juga tidak hanya diajak menikmati pemandangan alam, tetapi juga menyelami sejarah objek yang dikunjungi dan merasakan langsung kuliner lokal.

"Wisata ini lebih intim. Tidak hanya senang-senang di lanskap alam, tapi peserta bisa tahu sejarahnya. Termasuk merasakan sensasi kuliner daerah tersebut secara langsung seperti Soto Kering (Toring)," ujar Eksan. 

Antusiasme wisatawan tergolong tinggi. Edisi pertama dan kedua dari Walking Tour diikuti oleh sekitar 15-25 orang.

Mereka mayoritas justru berasal dari luar Klaten, seperti Solo dan Yogyakarta. Paket wisata tersebut sempat menggunakan sistem pembayaran sukarela (pay as you wish).

Ada juga yang berbayar, saat lokakarya pembuatan ketupat. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya diajari cara menganyam berbagai jenis ketupat, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai filosofi di baliknya.

Baca Juga: Resmikan Daycare di Ungaran, Ahmad Luthfi: Fasilitasi Buruh Agar Anak Dapat Pola Asuh dan Asih

Bagi wisatawan yang tertarik mengikuti perjalanan edukatif tersebut, Sanggar Rojolele membuka pendaftaran melalui akun Instagram mereka.

Wisatawan dapat memantau informasi slot perjalanan melalui unggahan kolaborasi di media sosial untuk pendaftaran lebih lanjut.

"Kami ingin potensi Delanggu, baik dari sisi sejarah maupun sumber daya alamnya, terus terjaga dan dikenal luas melalui kemasan wisata yang edukatif," ujar Eksan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jejak sejarah #klaten #beras rojolele #Walking Tour #delanggu