Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gandeng UGM, Pemkab Klaten Ingatkan Ancaman Polio Lewat Pemutaran Film Dokumenter Langkah Akhir

Angga Purenda • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:54 WIB
Pemutaran film dokumenter Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (6/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Pemutaran film dokumenter Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (6/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM -  Upaya mengedukasi masyarakat Klaten mengenai bahaya penyakit polio dan pentingnya imunisasi terus digencarkan.

Terbaru, film dokumenter berjudul Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia diputar di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (6/5/2026).

Acara tersebut menandai kali ketiga film tersebut disaksikan oleh publik.

Sebelumnya, Langkah Akhir telah tayang perdana di Gedung IFI Yogyakarta pada akhir 2025. Disusul pemutaran kedua di Kecamatan Manisrenggo, Klaten, pada April lalu.

Baca Juga: Sanksi Berat Menanti Guru SMP Negeri di Wonogiri yang Diduga Lecehkan Siswinya, Bupati Setyo: Bisa Dipecat

Pemilihan Manisrenggo sebagai lokasi kedua bukan tanpa alasan.

Sebab wilayah tersebut merupakan tempat tinggal salah satu keluarga penyintas yang kisahnya diangkat secara mendalam dalam film tersebut.

Film dokumenter tersebut diproduksi oleh Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) di bawah naungan Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Proyek itu merupakan hasil kolaborasi internasional yang didukung oleh John Hopkins University, Amerika Serikat.

Penanggung Jawab Utama proyek STRIPE Indonesia Prof. dr. Yodi Mahendradhata menjelaskan bahwa gagasan film ini muncul dari kebutuhan untuk mendokumentasikan pembelajaran luar biasa dalam upaya eradikasi polio di Indonesia.

Baca Juga: Gali Makam, Warga Kebakkramat Temukan Artefak Peninggalan Kerajaan Majapahit

"Sejauh ini, satu-satunya penyakit yang berhasil direduksi sepenuhnya oleh manusia adalah smallpox pada tahun 70-an. Polio ini nyaris teredikasi, namun sangat disayangkan jika berbagai pembelajaran dan cerita di balik keberhasilan tersebut tidak terdokumentasi dengan baik," terang Prof. Yodi saat ditemui di lokasi pemutaran, Rabu (6/5/2026)

Menurut Prof. Yodi, proses pembuatan film tersebut memakan waktu sekitar satu tahun sebagai bagian dari proyek STRIPE yang telah berjalan selama lima tahun.

Selain akademisi, film ini juga melibatkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Film ini mengangkat dua kisah penyintas. Pertama, seorang anak perempuan dari Manisrenggo, Klaten, dan kedua, seorang penyintas dewasa yang kini menjadi atlet. Pesannya jelas, meskipun Indonesia sudah dinyatakan bebas polio, ancaman itu tetap ada dan dampaknya bisa seumur hidup," tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya misinformasi dan hoaks terkait imunisasi yang belakangan ini menghambat cakupan vaksinasi nasional. Melalui media film yang populer, diharapkan pesan tentang pentingnya vaksinasi dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Wawali Jadi Model Solo Batik Carnival 2026: Dari Sangkar Burung hingga Shuttlecock Jadi Ornamen Artistik

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto, menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Klaten sebagai salah satu latar dalam produksi film documenter tersebut.

"Kami sangat terbantu dengan adanya film ini. Eradikasi seringkali dianggap masyarakat sebagai kondisi di mana penyakit sudah benar-benar hilang, padahal ancaman itu masih nyata. Polio bisa menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian, dan satu-satunya cara pencegahan yang efektif secara medis adalah imunisasi," kata Anggit.

Anggit berharap, melalui visualisasi kisah nyata para penyintas, kesadaran masyarakat terhadap fungsi vaksinasi akan semakin meningkat.

Terlebih, gerakan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan aktif Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten dalam mengampanyekan pentingnya perlindungan anak melalui imunisasi.

Lebih lanjut, Anggit mengharapkan melalui pemutaran film dokumenter tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tontonan.

Baca Juga: Tekan Backlog Perumahan, Pemprov Jateng Bangun 281.312 Rumah Layak bagi Warga Miskin

Tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat benteng pertahanan kesehatan anak-anak Klaten. Terutama dari ancaman virus polio yang belum sepenuhnya musnah. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#film dokumenter langkah akhir #sosialisasi polio #pemutaran film #pemkab klaten