RADARSOLO.COM - SMA Negeri 3 Klaten melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa seekor sapi.
Sekaligus menggelar kegiatan Jumat Imtaq yang berpusat di Gedung Olahraga (GOR) sekolah setempat pada Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh organisasi Rohani Islam (Rohis) tersebut mengusung tema Latih Kurban, Cermin Kepedulian dan Kedermawanan. Hal itu sebagai bagian dari implementasi pembelajaran karakter bagi para siswa.
Baca Juga: Ditemukan Lima Stupa Candi, BPK Jateng Duga Desa Nepen Boyolali Bekas Permukiman Buddha Abad Ke-8
Kepala SMA Negeri 3 Klaten Sutrisno menyampaikan bahwa esensi utama dari kegiatan tersebut adalah memberikan wadah belajar atau latihan berkurban bagi para siswa.
Melalui partisipasi aktif itu, pihak sekolah berharap nilai-nilai luhur keagamaan dapat terinternalisasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Menurut Sutrisno, perayaan Idul Adha di sekolah tidak boleh hanya menjadi sekadar seremonial saja.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana pembelajaran holistik untuk membentuk watak kepribadian siswa yang berintegritas.
"Kegiatan kurban ini adalah sebagai bentuk latihan para siswa SMA Negeri 3 Klaten. Salah satu pembelajaran karakter yang kami terapkan agar membawa dampak nyata bagi mereka. Yaitu belajar tentang arti keikhlasan, gotong-royong, tanggung jawab serta rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT," ujar Sutrisno.
Ia juga menambahkan bahwa lewat kerja sama tim dalam kepanitiaan, para siswa dipacu untuk memiliki jiwa kolaboratif dan kepekaan sosial yang tinggi.
Baca Juga: Kemenag Boyolali Tegaskan Pembayaran Dam Haji Harus Berwujud Daging dan Tidak Boleh Berupa Uang
Terutama terhadap kondisi masyarakat di sekitar mereka.
Untuk acara Jumat Imtaq Idul Adha kali ini dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan yang edukatif.
Acara dimulai dengan sesi kajian keagamaan mendalam dengan menghadirkan KH. Ikhsan Harjanto.
Suasana religius di lingkungan sekolah semakin kental dengan penampilan seni religi dari grup Hadroh Asy-Syifa, yang anggotanya merupakan para siswa SMA Negeri 3 Klaten.
Baca Juga: LK3 Boyolali Sebut Kunjungan ke Museum Efektif Stimulasi Motorik Anak Usia 4-7 Tahun
Tidak berhenti di situ, panitia juga menyediakan panggung pentas seni untuk menyalurkan bakat dan kreativitas para siswa.
Sementara itu, hewan kurban yang disembelih pada perayaan Idul Adha murni bersumber dari iuran dan partisipasi sukarela para siswa.
Termasuk mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa.
Salah satu poin paling dalam agenda tahunan ini adalah penekanan pada nilai inklusivitas dan toleransi antarumat beragama.
Hasil dari penyembelihan hewan kurban tersebut kemudian diolah bersama untuk hidangan makan siang bersama seluruh warga sekolah.
Menariknya, acara makan bersama ini tidak hanya dikhususkan bagi siswa muslim, melainkan melibatkan seluruh siswa non-muslim tanpa terkecuali.
Baca Juga: MG Motors Rilis MG 4X, SUV Mobil Listrik Murah Rp 200 Jutaan dengan Jarak Tempuh 610 Km
"Ibadah kurban ini mengajarkan kepada para siswa nilai pengorbanan, kepedulian, kebersamaan dan semangat untuk berbagi. Maka dari itu, kegiatan ini dilakukan oleh para siswa dan hasilnya juga dinikmati bersama-sama. Baik siswa yang muslim maupun non-muslim, semuanya ikut membaur dan menikmati hidangan bersama," tegas Sutrisno.
Seluruh rangkaian acara tersebut ditutup dengan pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah.
Sutrisno berharap agenda yang berjalan dengan penuh kebersamaan itu membuahkan keberkahan yang melimpah bagi keluarga besar SMA N 3 Klaten.
Ketua Panitia Idul Kurban Mufid Haydar Atmaja menambahkan, hewan kurban berupa sapi yang memiliki bobot sekira 720 Kg.
Penyembelihan dan pengolahan daging untuk dimasak dengan melibatkan jagal profesional, warga serta siswa SMA Negeri 3 Klaten.
Baca Juga: Seorang Istri Nekat Sembunyikan "Paket Komplit" Narkoba di Balik Pembalut saat Besuk di Lapas Sragen
Sedangkan acara makan bersama menjadi puncak kekeluargaan di SMA Negeri 3 Klaten.
Sebanyak 720 siswa terdiri dari kelas X dan XI berbaur menjadi satu tanpa memandang latar belakang agama.
Menurut Mufid, keterlibatan aktif seluruh siswa merupakan cerminan dari profil pelajar Pancasila yang menjunjung tinggi kebhinekaan.
"Ini adalah wujud nyata kami dalam berkebinekaan global. Kita rakyat Indonesia, meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jiwa. Kita saling menghargai dan bertoleransi satu sama lain di hari raya besar ini untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sesama warga sekolah," tegas Mufid. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono