Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ribuan Umat Buddha Rayakan Puncak Waisak 2570 BE di Candi Sojiwan Klaten, Gaungkan Cinta Kasih dan Perdamaian

Angga Purenda • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:08 WIB
Ribuan Umat Buddha sedang melaksanakan ritual puja tiga langkah namaskara di Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. (M.Ihsan/Radar Solo)
Ribuan Umat Buddha sedang melaksanakan ritual puja tiga langkah namaskara di Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. (M.Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah memadati kawasan Taman Wisata Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (31/5/2026).

Mereka berkumpul dengan khidmat untuk merayakan puncak Hari Raya Waisak 2.570 Buddhist Era (BE)/2026.

​Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia, YM. Bhiksu Kusalasasana Mahasthavira.

Termasuk dihadiri oleh para biksu Sangha Mahayana Indonesia dan sekira 2.000 umat Buddha yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga: Link Live Streaming MotoGP Italia 2026: Duel Ducati dan Aprilia Memanas, Nonton Aksi Veda Ega Pratama

Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali.

​Rangkaian perayaan Waisak di kompleks Candi Sojiwan sejatinya telah dimulai sejak Jumat (29/5/2026) melalui ritual pensakralan candi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meditasi Puja Bakti Persembahan Pelita serta renungan malam.

​Pada Minggu (31/5/2026) pagi pukul 06.00, umat Buddha melaksanakan ritual San Bu Yi Pai atau puja tiga langkah namaskara.

Dalam prosesi ini, umat berjalan tiga langkah lalu bersujud dari jalan utama menuju pelataran depan Candi Sojiwan.

​Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sangha Mahayana Indonesia Biksu Sakya Sugata Sthavira menjelaskan bahwa ritual sujud ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam.

Baca Juga: Teror Pocong Viral, Polresta Solo Ingatkan Modus Kejahatan Berkedok Menakut-nakuti Warga

​"Sujud artinya kita mengenang bahwa ada manusia besar yang disebut Siddhartha Gautama pernah lahir untuk mengajarkan ajaran kebaikan dan kebenaran di dunia. Kita bersujud, kepala kita ditundukkan ke bawah, mengingat bahwa jadi manusia tidak boleh tinggi dan tidak boleh sombong," ujar Biksu Sakya Sugata Sthavira, Minggu (31/5/2026).

​Setelah ritual pagi, rangkaian acara akan dilanjutkan pada pukul 13.00 dengan prosesi Kirab Budaya. Kirab ini bergerak dari Candi Plaosan menuju Candi Sojiwan dan diikuti oleh gabungan Vihara di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Candi Plaosan berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Sedangkan Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul sehingga umat Buddha melakukan kirab dengan jarak tempuh sekira 3 Km.

Seusai kirab, dilanjutkan dengan kegiatan blessing Waisak yang diikuti oleh ribuan umat Buddha di kompleks Candi Sojiwan mulai Pukul 18.00. Seperti diketahui untuk detik-detik Waisak 2025 berlangsung pada Minggu (31/5/2026) Pukul 15.45.08.

​Pada momen Waisak 2570 BE kali ini, Sangha Mahayana Indonesia membawa pesan khusus yang berfokus pada keharmonisan bangsa. Biksu Sakya Sugata Sthavira menegaskan pentingnya nilai kebijaksanaan bagi para pemimpin negara.

Baca Juga: Misteri Kiriman Sate Ayam di Ngemplak Boyolali: Ayam yang Patuk Bumbunya Mati

​"Untuk momen tahun ini, kita mengedepankan seruan cinta kasih dan perdamaian. Termasuk kepada pemimpin-pemimpin bangsa supaya lebih bertindak bijaksana dan memikirkan kepentingan rakyat banyak, sehingga kita bersatu untuk menjadi negara yang jaya," tambahnya.

​Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh umat yang rela menempuh perjalanan jauh demi merayakan Waisak di candi peninggalan Mataram Kuno tersebut.

Salah satunya adalah Sabar, 50, warga asal Nganjuk, Jawa Timur. Ia datang jauh-jauh ke Klaten bersama rombongan besar untuk menjalankan ritual maupun ibadah.

​"Saya baru kali ini ke sini, sengaja ikut memperingati Hari Waisak di sini. Kami datang rombongan, sekitar 100 orang," kata Sabar.

​Sabar menaruh harapan besar agar doa bersama yang dipanjatkan di Candi Sojiwan ini membawa dampak positif bagi ketenteraman Indonesia. 

"Mudah-mudahan dengan kita mengadakan doa bersama nanti bisa membawa suasana Bumi Nusantara ini bisa kembali ke jati dirinya. Jadi betul-betul membawa kedamaian untuk nusa dan bangsa Indonesia," pungkasnya.(ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wisak #candi sojiwan klaten #cinta kasih #perdamaian #umat buddha