RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjenguk Aldino Akbar, 19, yang menjadi korban klitih, Rabu (3/6/2026).
Kedatangan Hamenang di kediaman korban di Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah guna menyerahkan bantuan pengobatan sekaligus memberikan dukungan moral.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten Puspo Enggar Hastuti serta perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aldino menjadi korban klitih saat melintas di wilayah Kecamatan Prambanan pada Kamis (27/5/2026) dini hari.
Akibat penyerangan tersebut, korban harus menjalani tindakan operasi dengan biaya mandiri yang ditanggung oleh pihak keluarga.
Mendengar adanya warga yang menjadi korban dan sempat kesulitan biaya, Pemkab Klaten bergerak cepat dengan menggalang bantuan.
Terlebih lagi di tubuh korban terdapat sejumlah luka akibat goresan senjata tajam (Sajam).
"Hari ini kami menjenguk salah satu warga kami yang ternyata menjadi korban klitih di Prambanan pada saat malam takbiran waktu lalu. Sudah operasi dan ternyata kemarin operasi dibiayai sendiri. Nah, makanya kami hari ini hadir bersama Dinkes dan juga Baznas untuk kemudian membantu korban," ujar Hamenang ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Klaten menyerahkan bantuan total senilai Rp 15 juta untuk mengganti biaya operasi yang telah dikeluarkan keluarga.
Baca Juga: Percepat Realisasi Pembangunan, Pemkab Klaten Gelar Rakorlak Capaian Program 2026
Rinciannya, sebesar Rp 10 juta bersumber dari Pemkab Klaten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rp 5 juta disalurkan oleh Baznas Klaten.
Hamenang menegaskan, penanganan terhadap Aldino tidak berhenti sampai di sini. Pemkab Klaten berkomitmen mengawal proses penyembuhan korban hingga tuntas melalui perawatan lanjutan.
"Setelah ini tentu belum selesai karena harus ada perawatan lanjutan. Nanti akan dikaver oleh dinkes bekerja sama dengan RS Soeradji Tirtonegoro Klaten. Kalau ada hal-hal yang kemudian tidak bisa dikaver oleh BPJS maupun dinkes, insyaallah Baznas akan siap mendukung," imbuhnya.
Dari hasil dialog dengan Aldino, diketahui bahwa aksi pembacokan di Prambanan tersebut memakan lebih dari satu korban.
Teridentifikasi ada tiga orang yang menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab pada malam kejadian tersebut.
Merespons hal itu, Bupati langsung menginstruksikan jajaran camat untuk melacak keberadaan dua korban lainnya. Harapannya agar bisa segera mendapatkan penanganan dan bantuan serupa.
Terkait proses hukum, Hamenang menjelaskan bahwa orang tua Aldino telah mengantongi sejumlah bukti kuat.
Termasuk rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Bukti tersebut kini sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Insya Allah pasti pak kapolres beserta jajarannya mengusut tuntas permasalahan ini. Harapannya ke depan di Kabupaten Klaten tidak ada lagi kejadian seperti ini, baik pelakunya warga Klaten maupun dari luar Klaten. Karena kejadiannya di Prambanan, bisa jadi pelakunya bukan warga Klaten. Nanti kita lihat bersama perkembangan kasusnya," tegasnya.
Menyikapi fenomena perbuatan yang menjurus pada tindak kriminal itu, Bupati Klaten memberikan imbauan kepada para orang tua dan anak muda di Klaten.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Bakal Manfaatkan Lahan 5,6 Hektare Milik Pemkab di Gergunung Klaten
Ia meminta para remaja untuk mengurangi aktivitas kumpul-kumpul malam yang tidak produktif dan berisiko tinggi.
"Untuk anak muda, sudahlah dikurangi kumpul-kumpul malam. Menjadi seorang anggota klitih ini apa keuntungannya? Yang ada hanya merugikan semua. Merugikan korban, dan kalau ditangkap juga merugikan pelaku. Apa kehebatannya? Kan tidak ada. Mumpung usia masih muda, gunakan sepenuhnya untuk kegiatan positif," pesan Hamenang.
Sebagai langkah antisipasi dan proteksi wilayah, Pemkab Klaten tengah mempertimbangkan beberapa langkah strategis.
Baca Juga: Sambut Pesepeda dari Puluhan Negara, Pemkab Siap Gelar Klaten International Cycling Festival 2026
Mulai dari pengaktifan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
"Kalau ronda atau siskamling itu sebenarnya sudah menjadi kewajiban. Nanti kita akan berkomunikasi lewat Dispermasdes untuk diteruskan ke Kepala Desa agar menggiatkan kembali kegiatan ronda di wilayah masing-masing," ujar Hamenang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono