Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tebing Tambang di Jatinom Klaten Longsor, Operator Ekskavator Asal Rembang Meninggal Dunia

Angga Purenda • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:57 WIB
Kondisi ekskavator yang tertimpa material longsoran tebing di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (3/6/2026). (ISTIMEWA)
Kondisi ekskavator yang tertimpa material longsoran tebing di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (3/6/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Kecelakaan kerja terjadi di lokasi penambangan Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (3/6/2026).

Seorang operator ekskavator dilaporkan meninggal dunia setelah alat berat yang dikemudikannya tertimpa material longsoran berupa campuran batu dan tanah dari tebing tambang.

Korban diketahui berisial AR, 38, seorang karyawan yang tercatat sebagai warga Kabupaten Rembang.

Baca Juga: Miris! Dua Pelajar Di Baki Sukoharjo Terlibat Curanmor, Sikat Motor Ojol Kos

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, peristiwa nahas ini bermula pada Rabu (3/6/2026) sekira pukul 08.00.

Korban mulai mengoperasikan ekskavator untuk menggali dan memindahkan material pasir di area bawah lereng.

Namun, sekira pukul 15.00, tebing di atas area kerja korban tiba-tiba longsor.

Material batu dan tanah dalam volume besar meluncur ke bawah dan langsung menghantam kabin ekskavator.

"Korban tidak sempat melarikan diri dan terjebak di dalam kabin operator. Materialnya campur, ada batu dan pasir. Untungnya tidak tertutup rapat seluruhnya," ujar Kapolsek Jatinom AKP Damin saat dihubungi lewat telepon, Kamis (4/6/2026).

Sejumlah saksi di lokasi, termasuk operator alat berat lainnya langsung melakukan upaya pertolongan.

Baca Juga: Keraton Kasunanan Surakarta Kembali Memanas karena Baliho, Kubu PB XIV Purboyo Ambil Jalur Hukum, GKRP Timoer: Itu Hoaks

Sekira pukul 17.00, korban berhasil dievakuasi dari jepitan kabin dalam kondisi masih sadar dan segera dilarikan ke RS Pandanaran Boyolali.

Namun nahas, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Berdasarkan pemeriksaan medis dari rumah sakit, korban mengalami luka-luka berat akibat hantaman benda tumpul dan jepitan material.

Meliputi luka di kepala bagian samping, luka memar di leher kiri, bagian dada tengah dan perut di sisi kanan.

Begitu juga luka lecet sepanjang leher hingga punggung, termasuk luka pada kaki kanan dan kiri.

Baca Juga: PIP Juni 2026 Sudah Cair atau Belum? Pantau Jadwal Termin 2 dan Cara Cek Status Penerima Pakai HP

Mengalami patah tulang dan luka pada lengan kanan atas.

Setelah menerima laporan, personel gabungan dari Polsek Jatinom dan Satreskrim Polres Klaten langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan TKP dan memasang garis polisi.

Polisi menemukan ekskavator korban mengalami kerusakan di bagian samping dengan material longsoran masih menumpuk di atas kabin.

Menyikapi kejadian tersebut, Damin meminta kepada seluruh pekerja tambang dan pihak pengelola untuk mengevaluasi sistem keselamatan kerja.

Area pertambangan tebing memiliki risiko tinggi yang memerlukan kewaspadaan bersama.

Baca Juga: Unik! Siswa SMPN 23 Solo Pilih Rayakan Kelulusan Dengan Bagikan 121 Paket Sembako

"Bekerja itu harus sangat hati-hati karena medannya seperti itu. Yang paling pertama, jaga keselamatan. Semua pekerja harus pasang telinga dan mata. Jika ada rekan yang meneriaki atau memberi kode bahaya, harus segera waspada. Tingkatkan kehati-hatian, karena ini pekerjaan berisiko tinggi," tegas Damin.

Kasus kecelakaan kerja tersebut kini telah ditangani lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Klaten. Untuk dilakukan penyelidikan mendalam terkait unsur prosedur keselamatan di area tambang tersebut. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#tebing tambang longsor #pekerja meninggal dunia #tertimpa longsoran tebing #jatinom klaten #ekskavator