Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Aksi Heroik Bocah SD di Klaten Berusaha Gagalkan Curanmor: Kejar dan Gelayutan di Motor Maling hingga Terbawa Sejauh 1 Km

Angga Purenda • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:34 WIB
Asyifa (kanan), siswi kelas 6 SD menceritakan kronologi kejadian aksi pencurian sepeda motornya di Kantor Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (9/6/2026).
Asyifa (kanan), siswi kelas 6 SD menceritakan kronologi kejadian aksi pencurian sepeda motornya di Kantor Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (9/6/2026).

RADARSOLO.COM - Aksi luar biasa sekaligus menegangkan dilakukan siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) bernama Asyifa Urrohmah, 12, di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Dia dengan berani mencoba menggagalkan aksi pencurian sepeda motor (curanmor) milik keluarganya hingga terbawa sejauh kurang lebih 1 Km.

Peristiwa dramatis ini terjadi pada Senin (8/6/2026) sekira pukul 15.00, tepat di depan rumah Asyifa.

Baca Juga: Bukan Stadion Biasa! Estadio Azteca Jadi Pembuka Piala Dunia 2026 Paling Ikonik, Ini Sejarah Panjangnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, kejadian bermula saat Asyifa yang masih mengenakan seragam sekolah sedang asyik bermain sendirian di teras rumahnya.

Suasana sore yang tenang saat itu mendadak berubah ketika dua orang pria tidak dikenal berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dengan corak merah melintas di depan rumahnya.

"Ada orang lewat dua kali putar. Awalnya ke arah barat, terus balik ke arah timur muter balik pakai motor. Tak kira mau tanya, ternyata motor ibu langsung dibawa," ungkap Asyifa saat menceritakan kembali detik-detik peristiwa tersebut di Kantor Desa Sidowayah, Selasa (9/6/2026).

Saat melihat motor milik keluarganya yang kuncinya masih menempel langsung digondol pelaku, Asyifa tidak tinggal diam.

Secara refleks, ia langsung mengejar dan berusaha menarik bagian belakang motor pelaku.

Aksi Asyifa tergolong sangat nekat. Ia sempat terseret demi mempertahankan motor tersebut dengan berpegangan pada bagian behel.

Baca Juga: Resmi! UU Polri Terbaru Disahkan DPR RI Hari Ini 9 Juni 2026, Ini 8 Poin-poin Perubahannya

Ketika motor pelaku sempat melambat di sebuah pertigaan dekat rumahnya, Asyifa langsung melompat dan naik ke atas jok belakang motor pelaku dengan posisi tengkurap miring sambil terus memegangi besi belakang motor.

"Awalnya keseret karena pegangan yang di belakang. Terus tak tarik-tarik sempat berhenti di pertigaan. Di situ saya langsung naik, dia (pelaku) masih diam," jelas Asyifa.

Setelah Asyifa naik, pelaku langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Sepanjang jalan, Asyifa tidak berhenti berteriak maling...maling...maling untuk memancing perhatian warga.

Saksi di sekitar lokasi, Warsiti, 47, seorang karyawan Bumdes Sidowayah, sempat melihat kejadian itu namun tidak menyadari penuh.

Sebab posisi Asyifa yang tengkurap sehingga samar dari pandangan.

Baca Juga: Antisipasi El Nino 2026, Taman Nasional Gunung Merbabu Larang Pendaki Buat Api Unggun!

Pelaku membawa Asyifa yang terus menggelayut di motor hingga mencapai kawasan Kenteng.

Tepatnya di jalan tengah sawah ke arah Dusun Kebak, Desa Sidowayah yang berjarak sekitar 1 Km dari rumahnya.

Di jalanan sepi tersebut, pelaku mulai panik dan melontarkan ancaman agar Asyifa segera turun.

"Kamu turun enggak! Kalaua enggak turun, nanti tak jual!" ucap Asyifa menirukan perkataan pelaku.

Akhirnya Asyifa yang sudah mulai kehabisan tenaga terpaksa menyerah.

"Karena saya sudah enggak kuat, tangan saya tinggal pegangan satu, terus saya bilang 'Ya wis mas tak midon kene wae' (Ya sudah Mas, saya turun di sini saja)," kata Asyifa  sambil matanya berkaca-kaca mengingat kejadian tersebut.

Asyifa diturunkan saat motor pelaku masih dalam kondisi berjalan.

Akibatnya, ia terjatuh ke jalanan dan mengalami luka-luka lecet di bagian kaki serta tangan.

Pelaku yang diduga tidak menguasai medan terus memacu motornya ke arah jalan yang hampir buntu.

Di lokasi tersebut, Asyifa ditemukan oleh warga setempat. Asyifa pun langsung berteriak, bu maling bu.

Baca Juga: Suzuki Fronx Sport Resmi Meluncur, SUV Compact dengan Mesin Hybrid dan Fitur ADAS Canggih

Sementara itu, warga sempat melakukan pengejaran, namun kedua pelaku curanmor meloloskan diri.

Tak berselang lama, rombongan warga beserta perangkat desa dan pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengevakuasi Asyifa ke klinik dr. Sulia guna mendapatkan perawatan medis.

Reni, 44, ibu Asyifa, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Polanharjo.

Akibat peristiwa ini, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam kombinasi hijau dengan Nomor Polisi AD 5672 DHC.

Termasuk satu buah STNK yang disimpan di dalam jok motor.

Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Di TKP, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah BPKB asli kendaraan.

Serta satu buah sandal berwarna hitam yang diduga kuat milik salah satu pelaku yang tertinggal saat beraksi.

Kapolsek Polanharjo AKP Abdillah menyatakan, pihak kepolisian bergerak cepat. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani secara intensif. 

"Intinya kami sudah berkoordinasi dengan Resmob untuk pengungkapan dan penyidikan lebih lanjut. Prinsipnya, perkara ini sekarang masih dalam proses lidik (penyelidikan) mendalam," tegas Abdillah. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#curanmor di desa sidowayah klaten #anak SD lawan pelaku curanmor #pencurian sepeda motor di sidowayah klaten #dusun kebak #pelaku curanmor di desa sidowayah klaten kabur