RADARSOLO.COM- Pemkab) Klaten mulai bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara resmi melepas armada truk tangka yang berisikan bantuan dropping air bersih di halaman Pendapa Pemkab Klaten, pada Senin (15/6/2026).
Langkah itu diambil guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat.
Khususnya di daerah rawan kekeringan lereng Gunung Merapi, tetap tercukupi.
Pada pelepasan armada bantuan dropping air bersih itu, Pemkab Klaten menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa di Kecamatan Kemalang yang persediaan airnya dilaporkan mulai menipis.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa Pemkab Klaten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai operasional dropping air bersih tersebut.
Melalui fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini, alokasi tersebut diperkirakan mampu mendanai sekitar 1.000 tangki air bersih.
"Hari ini kita mulai menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan permintaan dari warga masyarakat di lereng Merapi. Meskipun ada penyesuaian karena harga BBM yang cukup tinggi, kami pastikan kebutuhan masyarakat akan air bersih tetap terpenuhi," ujar Hamenang usai pelepasan armada.
Hamenang menambahkan, Pemkab Klaten siap mengantisipasi jika dampak kemarau meluas hingga masa puncaknya yang diprediksi jatuh pada bulan Agustus mendatang.
Jika anggaran dari APBD mulai menipis, pemkab akan segera menggerakkan skema kemitraan dengan merangkul bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta maupun BUMD.
"Dalam minggu ini kita juga akan mengkaji untuk meningkatkan status menjadi siaga darurat kekeringan. Kedepannya, kita harapkan tidak ada alasan warga kesulitan mendapatkan air bersih," tegasnya.
Selain bantuan tangki air darurat, Bupati Hamenang juga memikirkan solusi permanen jangka panjang untuk mengatasi krisis air tahunan di wilayah lereng Merapi.
Meskipun beberapa titik sudah diupayakan pembuatan sumur dalam beberapa lokasi geografis di Klaten dinilai cukup sulit mengeluarkan sumber air.
Di sisi lain, kini tengah dikaji terkait pembuatan jaringan penampungan air berskala besar berkolaborasi dengan BUMD.
Teknisnya, air akan disedot dari sumber bawah kemudian dialirkan ke tangki-tangki atas penampungan pemukiman warga.
"Kami sedang membuat kajian mendalam terkait efektivitas menyedot air dari bawah ke atas perbukitan. Kami harus pastikan apakah langkah ini realistis, mengingat biayanya besar. Termasuk apakah bisa menjadi solusi permanen dalam jangka panjang," tambah Hamenang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Syahruna menjelaskan bahwa pada hari pertama ini sebanyak lima armada tangki dikerahkan dengan sistem bolak-balik sebanyak tiga kali.
Jadi total ada 15 truk tangki distribusi air bersih per hari yang menyasar fasilitas umum, tempat ibadah dan bak penampungan warga di Desa Tegalmulyo, Sidorejo, Tlogowatu dan Kendalsari, Kecamatan Kemalang.
Berdasarkan data dari BMKG, bulan Juni-Juli ini Kabupaten Klaten diprediksi masih akan mengalami hujan lokal meskipun sudah memasuki musim kemarau. Sedangkan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.(ren)
Lokasi Dropping Air Bersih di Kecamatan Kemalang, Klaten
Desa Sidorejo: 28 RT, 1.500 Kepala Keluarga (KK) dan 5.500 Jiwa
Desa Tlogowatu: 19 RT, 1.168 KK dan 3.170 Jiwa
Desa Kendalsari: 4 RT, 240 KK dan 910 Jiwa
Desa Tegalmulyo: 20 RT, 839 KK dan 2.423 Jiwa
Sumber: BPBD Klaten