RADARSOLO.COM-Keragaman di tengah masyarakat menuntut adanya upaya serius dalam menjaga kerukunan.
Salah satunya dengan mewujudkan keharmonisan tersebut melalui penguatan Moderasi Beragama.
Hal itu bisa digerakkan oleh para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat kecamatan dan desa di Klaten yang saat ini sudah terbentuk.
Baca Juga: Hamil Duluan, Dispensasi Nikah di Boyolali Turun Jadi 112 Kasus
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan dan penguatan PKUB Kecamatan dan Desa di Aula Kecamatan Karangdowo, Klaten, Selasa (30/6/2026).
Menurut Syamsuddin, moderasi beragama adalah sebuah konsep kesadaran multikultural yang bertujuan mewujudkan keharmonisan masyarakat.
"Moderasi Beragama ialah bagaimana praktek beragama kita senantiasa mengambil jalan tengah. Tidak condong pada pemahaman kiri atau radikalisme, dan pemahaman kanan atau sekularisme. Melainkan senantiasa mengambil perspektif yang moderat," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa moderasi beragama luhur akan nilai-nilai penting. Seperti nilai spirit ketauhidan, teologi inklusif, pluarisme dan toleransi.
Di sisi lain, sebagai figure yang sangat dihormati dan dipercaya oleh umat, tokoh agama memiliki pengaruh besar daam membentuk pandangan serta perilaku masyarakat.
Maka itu, penguatan peran tokoh agama sebagai agen penerus dalam moderasi beragama menjadi sangat strategis.
Baca Juga: Srikayu Furni Fest 2026, Solo Pamerkan Mebel Lokal Menuju Interfex
“Tokoh agama harus mempraktikkan langsung nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata dinilai jauh lebih bermakna dan berdampak dibandingkan sekadar ceramah,” jelasnya.
Meski begitu, tokoh agama memiliki tanggungjawab menyebarkan pesan kedamaian melalui khotbah, ceramah maupun media sosial.
Pesan yang disampaikan harus mudah dipahami serta relevan dengan konteks berbangsa dan bernegara.
Selain itu, berperan aktif dalam ruang dialog yang inklusif untuk mencari solusi bersama jika muncul permasalahan di masyarakat.
Sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya toleransi.
Baca Juga: SPMB di Sragen Tercoreng Isu Siswa Titipan via Surat Wakil Bupati
“Tokoh agama wajib menolak keras segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan agama. Sekaligus memberdayakan masyarakat untuk ikut mencegah konflik,” tambahnya.
Kegiatan pembinaan ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Karangdowo Slamet menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten dalam mengokohkan peran PKUB di tingkat akar rumput.
"Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembinaan dan penguatan kepada PKUB Kecamatan dan Desa di Kecamatan Karangdowo Klaten," tutur Slamet. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono