RADARSOLO.COM – Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memimpin kegiatan Panen Raya Padi seluas 30 hektare di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jumat (10/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Titiek didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dr. Abdul Kharis Almasyhari, bersama tujuh anggota Komisi IV DPR RI yang turut hadir.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Klaten beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, para pemangku kepentingan sektor pertanian, serta sekira 1.115 petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
Rangkaian acara diawali dengan panen padi secara simbolis menggunakan alat panen tradisional (sabit).
Selanjutnya, rombongan melaksanakan panen menggunakan mesin combine harvester sebagai wujud dukungan terhadap percepatan modernisasi pertanian nasional.
Adapun panen raya di lakukan di demplot pertanian seluas 30 hektare, dampingan dari PT Langgeng Asri Makmur pimpinan Singgih Santosa sebagai Mitra Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, serta Komisi IV DPR RI.
Para peserta juga menyaksikan demonstrasi penggunaan drone pertanian untuk penyebaran pupuk secara presisi dan efisien.
Pada kesempatan tersebut, Komisi IV DPR RI menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Antara lain drone pertanian, mesin pemotong rumput, hand sprayer, serta dukungan pupuk organik guna mendukung peningkatan produktivitas usaha tani melalui program Demfarm.
Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menegaskan, sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
"Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Tugas kita bersama adalah memastikan petani memperoleh dukungan yang memadai. Mulai dari sarana produksi, alat dan mesin pertanian, akses teknologi, hingga kepastian pasar. Ketika petani sejahtera, maka ketahanan pangan bangsa akan semakin kuat," terangnya.
Menurut Titiek, penerapan teknologi pertanian modern harus terus diperluas agar produktivitas meningkat dan biaya produksi dapat ditekan.
"Hari ini kami melihat secara langsung bagaimana penggunaan combine harvester, drone pertanian, dan berbagai alsintan mampu membantu petani bekerja lebih efektif dan efisien. Modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar sektor pertanian kita mampu menjawab tantangan masa depan."
Titiek juga mengapresiasi semangat para petani Klaten yang terus berinovasi dan mampu meningkatkan hasil produksi melalui pemanfaatan teknologi serta program pendampingan yang telah diberikan.
"Saya senang mendengar langsung dari para petani bahwa bantuan demfarm dan berbagai program pendampingan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas maupun kualitas hasil panen. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat sasaran dapat memberikan manfaat nyata bagi petani."
Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan, Komisi IV DPR RI akan terus mengawal berbagai program yang mendukung kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
"Apa yang telah dicapai para petani di Klaten menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPR RI dapat menghasilkan kemajuan yang nyata. Kami akan terus memperjuangkan program-program yang berpihak kepada petani agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," tuturnya.
Dalam sesi ramah tamah, para petani menyampaikan apresiasi atas berbagai program bantuan yang telah diberikan. Mereka mengaku merasakan manfaat nyata dari program demfarm yang dijalankan sebelumnya, baik dalam meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi budidaya, maupun peningkatan hasil panen dari sisi kualitas dan kuantitas.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara petani, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPR RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui dukungan teknologi, pendampingan, dan bantuan sarana produksi yang tepat sasaran, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan Indonesia dapat semakin kukuh. (nik)
Editor : Niko auglandy