RADARSOLO.COM-Panggung megah di Alun-alun Klaten menjadi saksi lahirnya generasi muda berbakat dalam malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Kabupaten Klaten 2026, Sabtu (11/7/2026) malam.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Erlangga Farel Wahyu Putra asal Kecamatan Bayat dan Aurelia Kayla Nadindra asal Jogonalan dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Klaten 2026.
Acara yang mengusung tema Echoes of Heritage ini berlangsung meriah.
Baca Juga: Atasi Masalah Sampah dari Hulu Hingga Hilir, Ini Konsep Besar yang Digulirkan Bupati Klaten
Dihadiri oleh jajaran pejabat forkopimda, tamu undangan serta ribuan masyarakat Klaten yang antusias memberikan dukungan.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Purwanto dalam laporannya menyampaikan bahwa ajang tersebut memikul misi penting dalam memajukan potensi daerah.
"Kita mempunyai kewajiban dan tugas untuk menggaungkan pariwisata, budaya, sejarah, serta potensi-potensi unggulan yang ada di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan mencari sosok generasi muda yang memiliki karakter, wawasan, serta jati diri Kabupaten Klaten sebagai duta wisata," ujar Purwanto.
Lebih lanjut, Purwanto memaparkan bahwa gelaran tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Purwanto mengungkapkan, animo pemuda-pemudi Klaten terbilang cukup tinggi dalam menyemarakkan ajang Pemilihan Mas Mbak Klaten 2026.
Total pendaftar ada 103 peserta yang terdiri dari 39 Mas dan 64 Mbak dengan mengikuti tes tertulis, wawancara dan karantina hingga diumumkan 10 pasang finalis.
Baca Juga: Serap Aspirasi Warga Lereng Merapi, Bupati Hamenang Komitmen Kembangkan Potensi Lokal Bawukan Klaten
"Pasca-grand final, mereka akan bertugas sebagai duta wisata berjenjang dan langsung bersiap mewakili Kabupaten Klaten dalam ajang pemilihan duta wisata di tingkat Provinsi Jawa Tengah," imbuh Purwanto.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi atas mentalitas dan persiapan luar biasa yang ditunjukkan oleh 10 pasang finalis di atas panggung.
Menurutnya, ajang tersebut telah terbukti menelurkan tokoh-tokoh muda yang sukses di berbagai bidang.
“Berkat kolaborasi seluruh stakeholder, kini pariwisata Kabupaten Klaten berhasil naik ke peringkat nomor 2 se-Provinsi Jawa Tengah dengan torehan capaian 7,5 juta kunjungan wisatawan. Klaten hanya berada satu tingkat di bawah Kabupaten Kebumen,” jelasnya.
Namun, Bupati Hamenang menegaskan tantangan ke depan bukan lagi sekadar mendatangkan massa, melainkan fokus pada aspek keberlanjutan.
"Tantangan berikutnya adalah bagaimana memperlama masa tinggal wisatawan di Klaten," pesannya.
"Kita ingin mereka tidak hanya datang pagi lalu sorenya pulang. Bagaimana agar mereka bisa menginap 2 malam, 3 malam, bahkan seminggu. Ini PR kita bersama untuk mengeksplorasi budaya dan jati diri kita, bukan sekadar objek wisata semata," lanjut Hamenang.
Bupati juga berpesan agar para pemenang tidak bersikap tinggi hati.
Sedangkan bagi yang belum terpilih agar tidak berkecil hati karena jaringan yang terbentuk selama masa karantina adalah modal berharga untuk menjemput kesuksesan masa depan.
Rasa syukur dan keterkejutan terpancar jelas dari raut wajah kedua pemenang utama saat ditemui seusai penobatan.
Baca Juga: Percepat Pemerataan Pembangunan, Bupati Hamenang Buka Program KBMKB ke-35 di Karangnongko Klaten
Erlangga Farel Wahyuputera, 18, siswa kelas 12 SMK Negeri 1 Rota Bayat asal Desa Lemah Miring, Kecamatan Bayat, mengaku sempat kaget karena tidak berekspektasi tinggi untuk keluar sebagai juara 1 Mas Klaten 2026.
"Saya terkejut dan kaget. Tapi karena amanah sudah diberikan, saya siap bertanggung jawab penuh," tuturnya.
"Sektor pariwisata Klaten sekarang sudah cukup bagus, ke depan saya bersama teman-teman paguyuban akan fokus mengembangkannya lagi melalui optimalisasi promosi di media sosial serta pendekatan langsung ke masyarakat," imbuh Erlangga.
Sementara itu, Aurelia Kayla Nadindra, 18, mahasiswi semester 2 jurusan Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, memborong dua penghargaan sekaligus, yakni sebagai Mbak Favorit dan Mbak Klaten 2026.
"Tentunya senang banget dan bersyukur. Langkah awal saya adalah terus belajar dari para senior yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang ini,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, Klaten kaya potensi alam. Mulai dari Deles Indah, deretan Umbul hingga wisata perbukitan Sidoguro serta sektor pertaniannya. Saya siap menjadi agen promosi agar potensi kebudayaan dan pariwisata Klaten semakin dikenal luas," tuturnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono