RADARSOLO.COM-Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten dipadati oleh ratusan siswa, pendidik, dan pegiat literasi pada Selasa (14/7/2026).
Mereka berkumpul untuk meramaikan hari kedua Klaten Festival Literasi 2026 dengan mengusung tema Klaten Membaca, Klaten Bercerita.
Sebuah perhelatan akbar yang dirancang sebagai ruang kolaborasi, edukasi dan promosi budaya membaca di Klaten.
Baca Juga: Atasi Masalah Sampah dari Hulu Hingga Hilir, Ini Konsep Besar yang Digulirkan Bupati Klaten
Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 13-15 Juli 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Klaten.
Gelaran festival tersebut melibatkan para pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK.
Termasuk guru, pengelola perpustakaan desa, komunitas membaca dan mahasiswa. Begitu juga organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN/BUMD, UMKM hingga penerbit buku.
Kepala Dispersip Klaten Pramana Agus Wijanarka menyampaikan bahwa Klafiesta 2026 merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk terus meningkatkan budaya literasi secara inklusif dan berkelanjutan.
"Festival literasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem literasi daerah. Memperkenalkan inovasi layanan perpustakaan serta mendorong kreativitas masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif," ujar Pramana.
Ia mengungkapkan, melalui festival tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat.
Baca Juga: Serap Aspirasi Warga Lereng Merapi, Bupati Hamenang Komitmen Kembangkan Potensi Lokal Bawukan Klaten
Termasuk mengembangkan budaya literasi hingga memberikan ruang apresiasi bagi para pegiat literasi.
“Melalui Klafiesta dapat mendorong layanan perpustakaan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hingga mendukung terwujudnya Klaten yang maju, sejahtera dan berkelanjutan melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),” ucapnya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir langsung di lokasi mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme luar biasa dari para peserta.
Terdapat sekira 400 siswa dari berbagai jenjang sekolah berkumpul memenuhi gedung untuk berpartisipasi aktif dalam Klafiesta.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan fokus anak-anak pada buku fisik di tengah gempuran teknologi digital.
Baca Juga: Percepat Pemerataan Pembangunan, Bupati Hamenang Buka Program KBMKB ke-35 di Karangnongko Klaten
"Kita ingin anak-anak tidak hanya tergantung pada gadget. Realitasnya, sumber informasi yang paling akurat itu ya dari buku karena kualitasnya sudah teruji. Tentunya lebih baik untuk kesehatan mata dibanding menatap layar gawai terlalu lama," ungkap Hamenang.
Hamenang berharap Klafesta 2026 dapat menjadi pemantik yang menyebarkan virus membaca ke sekolah-sekolah lain di Klaten.
"Lewat membaca, wawasan dan ilmu pengetahuan anak-anak akan bertambah. Ini adalah langkah nyata kita untuk menyelamatkan generasi masa depan demi menyambut Indonesia Maju 2045," tambahnya optimis.
Keceriaan festival ini salah satunya dirasakan oleh Arkan Almar Mustofa, 10, siswa kelas 5 SDN 1 Klaten. Arkan menceritakan betapa bahagianya ia bisa membaca buku bersama sahabat-sahabatnya di festival tersebut.
"Sangat bahagia sekali karena bisa membaca buku bersama sahabatku," kata Arkan.
Baca Juga: Bupati Hamenang Dampingi Wamensos RI, Sebanyak 2.087 KPM PKH Klaten Graduasi Mandiri
Arkan mengaku sangat menyukai buku petualangan dan detektif. Ia telah menamatkan tujuh judul buku, termasuk serial favoritnya Lima Sekawan dan kisah detektif Tom Sawyer.
Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu di depan layar ponsel, Arkan justru memilih jalan berbeda.
"Aku tidak terlalu sering main handphone. Biasanya membaca siang hari sepulang sekolah kalau sedang senggang, sekitar satu jam," tuturnya polos.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu tidak hanya baca massal saja.
Tetapi juga ada dongeng literasi bersama Bunda Literasi Klaten Fahrani Hamenang. Termasuk talkshow literasi dan edukasi perpustakaan.
Begitu juga pentas seni dan musik, bazar UMKM, pameran buku hingga lomba resensi buku tingkat SD, SMP hingga SMA. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono