RADARSOLO.COM-Dampak musim kemarau di Kabupaten Klaten kian meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami krisis air.
Jika sebelumnya bantuan terkonsentrasi di kawasan lereng Gunung Merapi, yakni Kecamatan Kemalang, kini ancaman kekeringan merambah ke tiga kecamatan lainnya yakni di Jatinom, Wedi dan Cawas.
Baca Juga: Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Bupati Klaten Cek Langsung Pengaspalan Ruas Jalan Trucuk-Kalikebo
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Klaten Anjung Darojati Nuruzzaman menjelaskan, per 24 Agustus 2026, total distribusi air bersih telah mencapai 630 tangki atau setara dengan 3.110.000 liter.
Bantuan tersebut bersumber dari dana APBD serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Tanah Air Lestari.
"Total penerima manfaat hingga 24 Agustus 2026 mencapai 3.968 KK atau setara dengan 13.318 jiwa," terang Anjung, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan data dari BPBD Klaten terkait dropping air bersih yang dimulai pada 15 Juni-24 Agustus 2026 menyasar Kecamatan Kemalang.
Meliputi Desa Tlogowatu sebanyak 160 tangki dan ditambah empat tangki dari CSR, serta Desa Kendalsari sebanyak 100 tangki dan ditambah empat tangka dari CSR.
Kemudian untuk wilayah Desa Tegalmuyo sudah dilakukan dropping air bersih sebanyak 174 tangki.
Baca Juga: Terkendala Terbatasnya Anggaran, Panahan Solo Tetap Berani Bidik Tiga Emas di Porprov 2026
Sedangkan untuk Desa Sidorejo sendiri sebanyak 166 tangki.
Selain Kecamatan Kemalang, juga dilakukan dropping air bersih di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom sebanyak 15 tangki.
Kemudian ke Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi sebanyak enam tangki. Termasuk di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, terutama di SDN 1 Burikan sebanyak 1 tangki.
Sepeti diketahui, untuk pelaksanaan dropping air bersih menggunakan armada milik BPBD Klaten yang memiliki kapasitas 5.000 liter untuk sekali angkut.
Meluasnya kekeringan di sisi selatan Klaten dibenarkan oleh Kepala Desa Kaligayam Joko Sutrisno.
Baca Juga: Pencuri yang Ditangkap Babinsa di Sragen Ternyata Berstatus PPPK Paruh Waktu
Krisis air dialami sekitar 125 hingga 160 KK di wilayah RW 01 yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sekalipun sudah terdapat program Pamsimas tetapi debit air mengalami penyusutan. Hal itu menjadikan pasokan air ke warga menjadi berkurang.
“Tapi kami sudah menerima bantuan dropping air bersih dari BPBD Klaten secara rutin sejak beberapa hari ini,” ucapnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com