RADARSOLO.COM - Pemkab Klaten menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator serta pejabat pengawas di lingkungan Pemkab Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (27/8/2026).
Pelantikan kali ini menjadi momen bersejarah, karena merupakan rotasi perdana di era kepemimpinan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo usai resmi dilantik pada 20 Februari 2025.
Sebanyak 137 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpahnya.
Jumlah tersebut terdiri dari 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.b), 54 Pejabat Administrator dan 66 Pejabat Pengawas.
Baca Juga: Dapat Kucuran APBN 2026 Rp 5 Miliar, Pemkot Solo Revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan, agenda tersebut bukan sekadar seremoni formalitas birokrasi.
Melainkan momentum peneguhan komitmen untuk bekerja lebih baik demi masyarakat Kabupaten Klaten.
"Saya perlu menegaskan, jabatan bukanlah hak, bukan pula sekadar penghargaan atas perjalanan karier. Melainkan jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara, kepada masyarakat, kepada organisasi dan yang paling utama kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Hamenang.
Bupati juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak menganggap jabatan sebagai fasilitas semata.
Khusus untuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Hamenang menjelaskan, pengisian posisi telah melewati mekanisme yang ketat.
Baca Juga: Punya CEO Eks Garuda Indonesia, Taman Balekambang Padukan Wellness Tourism dan Seni Budaya
Termasuk melalui Panitia Seleksi Rotasi dan Mutasi serta Panitia Seleksi Evaluasi Kinerja.
“Dengan demikian, penempatan posisi didasarkan pada kompetensi, integritas, rekam jejak, kebutuhan organisasi serta evaluasi kinerja nyata,” tambahnya
Bupati meminta para pejabat agar tidak hanya terjebak dalam rutinitas kerja semata.
Melainkan harus berani melakukan perbaikan, berinovasi dan fokus pada dampak nyata (outcome) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepada pejabat administrator dan pengawas yang menjadi penggerak di lapangan, Bupati menginstruksikan untuk memangkas ego sektoral.
Baca Juga: Bali United Jadi Simulasi Away, Kendal Tornado FC Uji Mental Sebelum Championship
Begitu juga menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, tepat, transparan dan berorientasi pada kepentingan warga.
"Pegang prinsip sederhana. Kerja cepat, kerja tepat, kerja tuntas dan tentu saja bekerja dengan hati. Jangan takut mengambil keputusan sepanjang benar, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," pesan Hamenang.
Ada pun pergeseran pimpinan mencakup sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran Asisten Sekretariat Daerah.
Beberapa pergeseran strategis di antaranya Joko Hendrawan yang sebelumnya memimpin Satpol PP dan Pemadam Kebakaran kini mengemban amanat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Posisinya digantikan oleh Srihadi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Baca Juga: Harga Daging Sapi di Solo Melambung, Pemkot Kesulitan Intervensi Pasar
Sementara itu, posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kini diisi oleh Slamet.
Menggantikan Agus Setyawan Prasetyoko yang dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik).
Pergeseran juga terjadi di ranah keuangan dan sekretariat, di mana Muh Himawan Purnomo dipercaya kembali memimpin Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD).
Menggantikan Fadzar Indriawan yang bergeser menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Klaten. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com