RADARSOLO.COM-Ratusan anggota Pramuka Kwarcab Klaten yang masuk menjadi pasukan inti mengikuti Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026 pada Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian semarak ETK Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Penyelenggaraan ETK 2026 bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme serta rasa persaudaraan antaranggota Gerakan Pramuka.
Selain itu, kegiatan tersebut dirancang untuk memasyarakatkan Gerakan Pramuka.
Termasuk meningkatkan citra positif organisasi melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga masyarakat umum. \
Begitu juga mendorong kepedulian sosial melalui aksi bakti nyata.
Rangkaian kegiatan ETK di Klaten telah dimulai pada Selasa (1/9/2026) melalui Etape Khusus penerimaan tunas kelapa dari Kwarcab Sukoharjo di SD Nanggulan, Cawas, yang merupakan wilayah perbatasan antara Kwarcab Sukoharjo dan Kwarran Cawas, Klaten.
Kemudian pada Rabu (2/9/2026), perjalanan ETK dilanjutkan dengan menempuh jarak total 21,5 Km yang terbagi ke dalam 5 etape utama.
- Etape 1 dengan titik mulai dari Sanggar Bakti Nasional Gerakan Pramuka Kwarcab Klaten menuju GOR Gelarsena (Kwarran Klaten Tengah – Klaten Utara).
- Etape 2 dari GOR Gelarsena menuju Lapangan Mayungan (Kwarran Klaten Utara – Ngawen).
- Etape 3 dari Lapangan Mayungan menuju SDN 2 Jurangjero (Kwarran Ngawen – Karanganom)
- Etape 4 dari SDN 2 Jurangjero menuju Kantor Desa Ponggok (Kwarran Karanganom – Polanharjo)
- Etape 5 dari Kantor Desa Ponggok menuju Pancingan 100 Polanharjo (perbatasan Klaten – Boyolali) untuk diserahkan secara resmi kepada Kwartir Cabang Boyolali.
Untuk mengawal kelancaran dan kekhidmatan ETK 2026, Kwarcab Klaten mengerahkan ribuan personel Pramuka.
Baca Juga: Jalani Survei Akreditasi LARS DHP, Bupati Setyo Sukarno Minta RSUD Wonogiri Utamakan Mutu Pelayanan
Pasukan inti terdiri dari 61 orang Pramuka per etape dengan barisan formasi filosofis 17–9–3–14–8–10.
Termasuk didukung oleh pasukan pendukung sebanyak 62 orang per etape dan pasukan penggembira.
Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Kwarcab Gerakan Pramuka Klaten sekaligus Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan tertib, meriah dan lancar.
"Alhamdulillah, hari ini kami melepas kontingen Estafet Tunas Kelapa dari Kabupaten Klaten untuk menuju ke Boyolali. Ini adalah bagian dari rangkaian peringatan HUT Hari Pramuka ke-65. Untuk di tingkat Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini diawali dari Estafet Tunas Kelapa di 14 kabupaten, dan Alhamdulillah Klaten menjadi salah satu kabupaten perlintasan," ujar Hamenang.
Baca Juga: Dampak Kekeringan Meluas Hingga 11 Kecamatan, BPBD Boyolali Grojok 2,5 Juta Liter Air Bersih
Ia menegaskan bahwa kegiatan ETK tidak boleh sekadar menjadi acara seremonial atau ajang perlombaan semata.
Melainkan momentum untuk menggerakkan generasi muda agar aktif kembali dalam kegiatan kepramukaan.
"Di era digitalisasi yang luar biasa ini, salah satu hal yang bisa menyelamatkan anak muda kita menuju Indonesia Emas adalah dengan aktif di kegiatan Pramuka. Di sini ada pendidikan karakter, wawasan kebangsaan dan pembinaan fisik sehingga harapannya anak-anak kita ke depan bisa bersaing dengan SDM nasional maupun internasional," lanjutnya.
Hamenang juga mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi yang terjalin erat antara arahan pimpinan Kwarcab, unsur Kominda, korporasi serta pihak-pihak terkait lainnya sehingga seluruh rangkaian ETK berjalan dengan sukses.
"Tentu harapannya kita juga bisa mendapatkan kejuaraan pada saat puncak peringatan Hari Pramuka Tingkat Provinsi Jawa Tengah nanti," tambahnya.
Semangat dan antusiasme juga dirasakan langsung oleh para peserta di lapangan. Muhammad Anas Al Fatir atau yang akrab dipanggil Anas, siswa SMK Kristen 1 Klaten yang bertugas sebagai menjadi pemimpin pasukan pembawa tunas kelapa pada etape 1 dengan jarak tempuh sekitra 5 Km.
Baca Juga: Beasiswa Pemuda Berprestasi di Wonogiri Digulirkan Kembali, Anak Pejabat Tak Boleh Ikut
"Perasaannya tentu sangat senang, dan alhamdulillah kegiatannya bisa berjalan lancar semua," ungkap Anas.
Menurut Anas, kegiatan kepramukaan sangat penting bagi generasi muda di era digital untuk melatih kedisiplinan dan memperbaiki perilaku.
Ia mengimbau agar anak muda masa kini tidak hanya menjadi penonton di media sosial, tetapi juga mengambil tindakan nyata.
"Untuk era digital ini, kita harus menunjukkan aksi nyata daripada sekadar melihat atau berkomentar saja. Semua harus ikut serta dalam berbagai kegiatan," tegas siswa yang aktif di Pramuka sejak kelas VII SMP ini.
Anas menyampaikan pesannya untuk seluruh generasi muda di Jawa Tengah agar terus berproses.
"Harapan saya semoga bisa memajukan Pramuka di Kwartir Daerah Jawa Tengah. Pesan untuk generasi muda, tetap semangat dan jangan pantang menyerah," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com