Pramuka Karanganyar Bertransformasi ke Era Digital: Usung Paradigma Learning, Creating and Solving


RADARSOLO.COM – Gerakan Pramuka Kabupaten Karanganyar resmi mempertegas komitmennya dalam mendukung program strategis nasional mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar khidmat di halaman Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (26/8/2026) pagi.
Mengusung tema strategis “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, Gerakan Pramuka diposisikan sebagai garda terdepan dalam mengawal Asta Cita ke-2 pemerintah terkait ketahanan pangan, energi, dan air.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan, sektor pertanian kini menjadi medium penting dalam pembentukan karakter serta keterampilan generasi muda.
”Isu swasembada pangan bukan sekadar bercocok tanam, melainkan sarana melatih penguasaan teknologi, kewirausahaan, serta pengelolaan sumber daya lokal,” ujar Rober membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.
Untuk menjawab tantangan era digital, krisis iklim, dan dinamika geopolitik global, paradigma pendidikan Pramuka kini resmi bertransformasi dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving.
Melalui pendekatan baru ini, setiap gugus depan (Gudep) didorong menghadirkan aksi nyata yang produktif di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
Di samping fokus pada ketahanan pangan, pembinaan kepramukaan juga terus diperkuat sebagai benteng moral anggota muda.



